Suami istri pemulung di Mojokerto berangkat haji (Foto: Nana/mili.id)
Mojokerto - Pasangan suami istri (pasutri) di Mojokerto yang sehari-hari bekerja mencari barang bekas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berangkat haji Tahun 2024 ini.
Pasutri itu bernama Khumaidi (48) dan Siti Fatimah (45), warga Dusun Jaringan Sari, Desa Karangdieng, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.
Baca juga: BPBD Mojokerto Mulai Distribusi Air Bersih ke Tiga Desa Terdampak Kemarau, Layani 2.776 KK
Berkat keuletan dan kesabaran mereka dalam memilah sampah dan mengumpulkan barang rongsokan, akhirnya membawa mereka ibadah ke tanah suci.
Khumaidi mulai mendaftarkan diri ke salah satu Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) pada Tahun 2011 bersama istri.
Lalu pada Tahun 2021, keduanya sempat akan diberangkatkan. Hanya saja terkendala Covid-19, keberangkatan mereka ditunda.
Akhirnya, pasutri itu kembali mendapatkan porsi untuk menunaikan rukun islam kelima ini pada 28 Mei 2024.
Suami istri pemulung di Mojokerto berangkat haji
Kumaidi bercerita, dirinya setiap hari mencari barang rongsokan dari tumpukan sampah di TPA yang letaknya tak jauh dari rumah.
Baca juga: Warga Kunjorowesi Bertahan dengan Mandi Sekali Sehari, Air Bersih Diprioritaskan untuk Memasak
"Kerjanya jadi pemulung di TPA, cari barang barang bekas," ujar Kumaidi saat ditemui mili.id di rumahnya, Selasa (21/5/2024).
Dari hasil mengumpulkan rongsokan plastik dan kaleng bekas itu, suami istri ini bisa mendapatkan penghasilan rata-rata Rp100 ribu sehari. Penghasilan itu kemudian mereka sisihkan untuk menabung haji.
"Yang Rp75 ribu ditabung buat naik haji ini," ungkap dia.
Jerih payah Kumaidi bersama istri sejak puluhan tahun lalu, kini membuahkan hasil. Di Tahun 2023, ia mampu melunasi biaya haji sebesar Rp 60.526.334.
"Menabungnya sejak 13 tahun lalu, daftarnya sejak Tahun 2011. Sangat senang dipanggil ke Baitullah, gak menyangka," tutur dia.
Sementara Siti Fatimah mengaku, setiap hari ia menyisihkan uang hasil bekerja bersama suaminya untuk disetorkan langsung ke pengurus KBIH di Kecamatan Pungging.
"Saya simpan uangnya di rumah lalu dapat Rp500 ribu setiap minggu. Lalu saya setorkan ke KBIH," jelas dia.
Kini, keduanya akan berangkat ke tanah suci bersama 1.378 Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Mojokerto melalui Embarkasi Surabaya.
Editor : Narendra Bakrie
