Suami istri di Mojokerto penjual tempe keliling yang berangkat haji tahun ini (Foto: Nana/mili.id)
Mojokerto - Perjuangan puluhan tahun pasangan suami istri, warga Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto menjual tempe keliling, mengantar keduanya naik haji tahun ini.
Suami istri inspiratif itu bernama Wasnan (63) dan Sripah (71), warga Desa Banjartanggul, Kecamatan Pungging. Sehari-hari, keduanya kompak memproduksi tempe, untuk dijajakan secara keliling.
Baca juga: BPBD Mojokerto Mulai Distribusi Air Bersih ke Tiga Desa Terdampak Kemarau, Layani 2.776 KK
Dari hasil jualan tempe keliling itulah, Wasnan bisa menabung, menyisihkan sedikit demi sedikit keuntungan dari berjualan tempe sejak Tahun 2011.
Wasnan bercerita, keinginan kuat menunaikan rukun iman kelima ini sudah ada sejak Tahun 2010 silam.
"Sehari-hari bikin tempe dijual keliling ke kampung-kampung dan warung gitu aja," ujar Wasnan kepada mili.id, Jumat (10/5/2024).
Wasnan memproduksi tempe, yang kemudian ia jual keliling
Wasnan tak menyangka, jerih payahnya menabung puluhan tahun itu akhirnya membawanya bersama istri untuk pergi menjalankan ibadah haji.
"Ini sudah keajaiban dari Allah SWT. Saya mungkin waktunya dipanggil," tuturnya.
Baca juga: Warga Kunjorowesi Bertahan dengan Mandi Sekali Sehari, Air Bersih Diprioritaskan untuk Memasak
Meskipun hanya berjualan tempe, sehari ia mampu menyisihkan sedikit keuntungan, hingga terkumpul Rp 60.526.334 sebagai syarat sah pelunasan biaya haji Tahun 2024.
"Ada uang Rp200 sampai Rp300 ribu. Adanya itu saya langsung setorkan ke KBIH," bebernya.
Sehati dengan sang suami, sang istri Sripah pun mendaftar pada Tahun 2015 dan akhirnya bisa berangkat bersama suami untuk menunaikan ibadah haji.
"Saya ini selalu setiap malam minta ke Allah SWT, kepingin ibadah haji. Alhamdulillah saya dipanggil bersama bapaknya tahun ini," ucap Sripah lirih.
Sripah menceritakan, uangnya terkumpul dari penjualan sisa-sisa bahan tempe yang dikolanya menjadi menjeng dan ia jual seharga Rp 1.000 per bungkus ke tetangga dan warga sekitar.
Rencananya, keduanya akan berangkat haji pada 28 Mei 2024 bersama jamaah lain, untuk kloter pemberangkatan Embarkasi Surabaya.
"Kalau saya nggak kerja apa-apa, ya menyisahkan membuat menjeng sisa dari tempe," sambung Sripah.
Editor : Narendra Bakrie
