Kondisi rumah warga di aliran sungai tebing Raharjo Tirto setinggi 30 meter di Dusun Ketangi, Desa Ngembeh, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto semakin mengkhawatirkan. (Foto: Nana/mili.id)
Mojokerto - Kondisi delapan rumah warga di aliran sungai tebing Raharjo Tirto setinggi 30 meter di Dusun Ketangi, Desa Ngembeh, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto terancam ambles, sehingga penghuni bakal evakuasi.
Camat Dlanggu Achamd Samsul Bakrie menjelaskan, kondisi tanah yang tergerus sejak sepuluh tahun terakhir ini semakin mengkhawatirkan di Maret 2024, untuk itu pihaknya berencana akan merelokasi warga sementara ke rumah-rumah warga yang dirasa aman dan balai dusun.
Baca juga: Pesawat Amfibi Jatuh dan Terbakar di Perairan Washington, Seluruh Penumpang Berhasil Dievakuasi
Sebab rumah warga tepat berada di atas tebing dan lapisan tanah material setiap hari kini mengalami longsor.
Bahkan satu rumah lainnya mengalami keretakan dinding parah dan tersisa tanah hanya sekitar dua meter dari tebing.
"Untuk keamanan warga, kita sudah koordinasi dengan kapolsek, koramil dan pak kades jadi kalau memang dibutuhkan. Delapan rumah ini jika malam hari bisa menginap di tetangga dan fasilitas lainnya. Seperti balai dusun, jika memang perlu bisa juga koordinasi dengan BPBD untuk menyediakan tenda darurat," ujarnya, Minggu (21/4/2024).
Sementara, terkait upaya penanganan kondisi tebing yang membahayakan warganya, Camat Dlanggu sudah berkali-kali survei dan terakhir saat longsor (6/4/2024) sudah berupaya melaporkan ke Bupati Mojokerto.
Baca juga: CKG Kota Mojokerto Capai 71,5 Persen, Pemkot Kejar Cakupan 100 Persen pada Oktober
Sementara, Nanda Ade Prastyo, Juru Sungai BBWS OP Kediri usai melakukan survei menyebutkan, dampak longsoran sudah parah dan akan kembali ditinjau terkait bagaimana penanganan ke depannya.
Kemungkinan besar, lanjut Nanda, penanganan menggunakan bronjong terasering agar tidak sampai lebih parah lagi. Dengan luasan terdampak panjang 400 meter secara keseluruhan dan kedalaman mencapai 30 meter.
"Kondisi memang parah, karena longsor itu dan menggerus rumah warga. Harapanya usai peninjauan bisa seger ditangani, agar tidak ada korban," bebernya.
Baca juga: BPBD Mojokerto Mulai Distribusi Air Bersih ke Tiga Desa Terdampak Kemarau, Layani 2.776 KK
Terpisah, Kapolsek Dlanggu Iptu MK Umam memastikan pihaknya akan melakukan patroli untuk mengecek kondisi delapan rumah yang terdampak longsor tebing Raharjo Tirto.
"Kami akan melakukan pengecekkan setiap harinya, agar tidak ada korban jiwa. Karena kondisi sudah rawan. Dan berharap apabila cuaca mendung segera mengungsi ke tetangga atau ke keluarga masing-masing dulu, sambil menunggu upaya penanganan dari BBWS," pungkas Umam.
Editor : Aris S
