Silaturahmi Partai Gerindra dan PDIP Jember (Foto: Hatta/mili.id)
Jember - Hubungan Partai Gerindra dan PDI Perjuangan (PDIP) Jember semakin mesra jelang Pilkada 2024.
Kemesraan partai politik (parpol) besutan Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri itu terlihat dalam silaturahmi yang digelar Jumat (5/4/2024).
Baca juga: PDIP Surabaya Panaskan Mesin Organisasi Lewat Regenerasi Kader Muda Berkelanjutan
Ketua DPC PDIP Jembe, Arif Wibowo (AW) menyebut bahwa pertemuan dengan Gerindra kali ini untuk menyamakan pandangan.
Namun terkait calon bupati maupun wakil bupati yang bakal diusung pada Pilkada Jember 2024, AW menyebut hal itu masih dalam proses pembahasan dan komunikasi antara dua partai tersebut.
"Masing-masing partai punya mekanisme. Seperti PDI Perjuangan saat ini diperintah untuk melakukan penjaringan. Perintah ini juga untuk seluruh Indonesia dari DPP. Nanti setelah lebaran kita akan buka penjaringan batas akhir. Perintah dari DPP, sampai 31 Mei 2024," jelas AW.
Namun, dari pembicaraan informal yang dilakukan, antara PDIP dengan Gerindra sudah terbangun baik.
"Mudah-mudahan hubungan baik ini bisa berlanjut sampai nanti. Sekali lagi secara informal saya sampaikan, jangan berhenti pada mengusulkan calon dan upaya pemenangan," sambungnya.
Terkait kader PDIP Anang Hermansyah yang digadang-gadang bersanding sebagai bakal calon wakil bupati Jember, dengan Muhammad Fawaid (Gus Fawaid) dari Gerindra, menurut AW, artis nasional itu sangat cocok.
"Mas Anang Kader dari PDI Perjuangan, cocok bagi saya, cocok. Mau Anang ataupun lainnya, cocok. Kan untuk Jember yang lebih baik. Sopo (siapa)? Pokok untuk Kaum Marhaens," tegasnya.
Sementara Ketua DPC Partai Gerinda Jember, Ahmad Halim menyampaikan bahwa silaturami dengan PDIP kali ini membahas banyak hal.
Baca juga: Baktiono Kritik Sistem Desil Bansos, Usulkan UMK Jadi Acuan
"Dari yang dihasilkan, minimal sudah ada kedekatan secara emosional, dan yang kedua kerjasama parlemen," ungkap Halim.
Soal bakal calon bupati dan wakil bupati yang diusung pada Pilkada Jember 2024, Halim memberikan jawaban senada dengan AW.
"Secara eksplisit disampaikan tentang kerjasama terhadap daerah di parlemen maupun pilkada. Saya rasa teman-teman menangkap semua sinyal-sinyal yang ada. Terutama dari Mas Arif Wibowo dan Mas Bambang Hariadi (dari Gerindra), sebagai perwakilan DPP partainya masing-masing," tuturnya.
Menurut Halim, sinyal untuk Pilkada 2024 itu sudah sangat kelihatan. Apalagi antara pengurus sudah saling bertemu, hingga tingkatan PAC sampai ranting.
"Untuk komunikasi dengan partai-partai lain, juga pasti kita lakukan. Sebab politik seperti itu. Tapi seperti halnya antara Gerindra dan PDI Perjuangan, chemistry-nya tentu harus terbangun dulu," tegas dia.
Baca juga: BNI Sudah Laporkan Kasus KUR Jember 441 M Sejak 2024
Soal kader Gerindra Gus Fawaid yang ramai disandingkan dengan Anang Hermansyah, Halim menyebut hal itu merupakan bentuk aspirasi.
"Untuk namanya, tentunya sudah dapat dilihat sendiri. Ini kan bagian aspirasi dari pengurus PAC, kemudian juga para pemilih caleg saat pemilu kemarin. Menginginkan, ada Kader yang bisa maju. Seperti yang kita ketahui, sudah mengarah," papar dia.
"Kalau kita boleh terus terang, dari Gerindra sendiri. Kita sudah diperintah oleh DPP untuk mengajukan calon kader sendiri, yaitu Gus Fawaid. Wakilnya juga sudah dijawab oleh teman-teman PDI Perjuangan," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
