Warga di Pulau Bawean yang tinggal di tenda darurat pengusian diperiksa kesehatannya secara rutin.(Foto: Rama Indra/mili.id)
Gresik – Warga masyarakat Pulau Bawean mulai mengeluhkan penyakit di posko pengungsian usai gempa 6,5 skala richter terjadi, Jumat (22/3) lalu.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Gresik melalui Ketua Pos Komando Tanggap Darurat bidang Kesehatan, dr. Rini Suliatyoasih mengungkapkan, keluhan terdeteksi usai tenaga kesehatan (nakes) melakukan pemeriksaan keliling ke setiap posko.
Baca juga: Haul ke-71 Habib Abu Bakar Assegaf Siap Digelar, Ratusan Ribu Jemaah Diprediksi Padati Gresik
"Selama 2 hari tim nakes sudah mengkaji keluhan masyarakat. Rata - rata sudah mulai ada demam dan batuk pilek serta gejala pascagempa, seperti pusing dan hipertensi," terang Rini, Selasa (26/3).
Menurut Rini, pemicu rasa tidak enak badan yang dirasakan warga Bawean itu lantaran mereka tinggal di tenda darurat, kurang istirahat dan tidur tidak lelap.
"Mungkin semuanya dipicu karena mereka tinggal di tenda sementara, kemudian istirahat tidak cukup. Ditambah tidur kurang lelap, yang akhirnya memicu tensinya naik lalu perasaan trauma," rinci Rini.
Oleh karena itu juga, nakes turut menyuplai obat-obatan bagi warga yang terindikasi sakit, berfungsi mengantisipasi gejala yang lebih berat, dan melakukan pendampingan warga yang masih trauma.
"Jadi ketika teman-teman ini turun sudah beserta dengan obatnya, dan alhamdulillah meskipun obat sudah mulai terbatas, persediaannya masih bisa memenuhi kebutuhan masyarakat," jelasnya.
Dari kejadian ini Rini berharap, pihak terkait dapat mengganti tenda darurat sementara warga terdampak, dengan tenda yang lebih layak.
"Mereka ini membutuhkan tenda yang layak pakai dan tertutup. Bertujuan agar mereka bisa nyaman saat tidur dan tentunya terhindar dari segala jenis penyakit," tuturnya.
Baca juga: Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Pangandaran Saat Subuh, Getaran Terasa hingga Garut dan Tasikmalaya
Selain itu, lanjut Rini, dirinya juga berterima kasih kepada pihak-pihak relawan yang sudah bersedia mengirimkan tenaga kesehatan (nakes) atau non-nakes.
"Hingga hari ini kami sudah mendapat tambahan bantuan 30 nakes dan 7 non-nakes. Untuk non-nakes menangani kesehatan jiwa agar warga supaya tidak trauma lagi, meskipun itu akan tetap membekas," tutup Rini.
Editor : Aris S
