Santri Ponpes Al Hidayah, Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto sambut waktu sahur (Foto-foto: Nana/mili.id)
Mojokerto - Gelak tawa santri dan santriwati mewarnai kesunyian malam sembari menanti waktu sahur tiba.
Meski percikan api saling bersahutan satu sama lainnya saat si bola ditendang menggunakan punggung kaki mereka di sudut desa pada Minggu (24/3/2024).
Baca juga: Residivis Curanmor Ditangkap Saat Berburu Target, Polisi Ungkap Empat Lokasi Aksi Pelaku
Tak ada rasa takut maupun hawa panas yang dirasakan para santri Pagar Nusa, Ranting Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hidayah, Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto itu saat memainkan bola api yang berasal dari buah kelapa tua.
Yah, itulah wujud rasa syukur mereka akan hadirnya keharmonian persaudaraan seperguruan di bulan ramadan, selama 5 tahun terakhir. Bukanlah ajang pamer kekuatan, atau takabur.
Santri Ponpes Al Hidayah, Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto sambut waktu sahur
"Seru, panas tapi tak terasa panas. Karena kita mainnya ramai-ramai, untuk memperkuat tali persaudaraan, memperkuat kekeluargaan. Kita main juga pelan-pelan dan tidak tergesa-gesa," ujar Ahmad Hamim Muslih (22).
Baca juga: Kapolres Mojokerto Kota Ajak Ojol, PKL dan Tukang Becak Jadi Mitra Menjaga Kondusivitas Kota
Tak ada persiapan khusus yang mereka lakukan. Hanya sekedar merendam dua buah kelapa tua di dalam ember yang berisikan minyak tanah selama dua hari agar kobaran api tak mudah padam saat dimainkan.
Hanya saja, sebelum memulai permainan mereka hanya berdoa dan tawasul yang ditujukan kepada para guru sesepuh perguruan, aulia, dan Nabi Muhammad SAW.
"Nilai positifnya, anak-anak bisa menjaga budaya, solidaritas dari teman-teman. Dan menjemput berkahnya Ramadan dengan kenaikkan dan kebersamaan," ujar Akmaluni Amillah Basyaiban (27), Pengasuh Ponpes Al Hidayah.
Baca juga: Polres Mojokerto Kota Antisipasi Dini Peredaran Vape Narkoba, Gandeng Vape Store hingga Sekolah
Santri Ponpes Al Hidayah, Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto sambut waktu sahur
Aksi yang terhitung cukup memacu adrenalin ini menjadi rutinitas sejak lima tahun terakhir di ponpes saat datangnya bulan Ramadan tak lain dari keinginan para alumni untuk meningkatkan kebersamaan dan solidaritas
"Inisiatif dari alumni santri untuk meramaikan kegiatan pondok dengan mendirikan pencak silat Pagar Nusa. Dari situlah sepak bola api mulai dimainkan setiap sepekan sekali saat Ramadan," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
