Tersebar Voice Penyuluh KB Mengaku Diminta Kepala Dinas di Jember Cari Suara Caleg

Tersebar Voice Penyuluh KB Mengaku Diminta Kepala Dinas di Jember Cari Suara Caleg © mili.id

Ketua Bawaslu Jember Sanda Aditya Pradana saat dikonfirmasi sejumlah wartawan (Hatta for mili.id)

Jember - Voice note (VN) aplikasi WhatsApp berisi pengakuan seorang Penyuluh Keluarga Berencana (KB) diminta salah satu kepala dinas di Jember mencari suara untuk calon legislatif (caleg) tersebar luas.

Voice itu berisi suara perempuan itu mengaku Penyuluh KB Kecamatan Mayang, berinisial MP.

Baca juga: BNI Sudah Laporkan Kasus KUR Jember 441 M Sejak 2024

Dalam voice itu, MP mengaku diminta mencari dan mencatat nama warga agar mendukung Denik Tri Widorini, istri Plt. Kepala Dinas (Kadis) DP3AKB Jember, Poerwahjoedi dalam Pileg 2024.

Diketahui, Denik Tri Widorini maju dalam Pileg 2024 tingkat DPRD Kabupaten Jember. Dia maju dari Partai Demokrat dan bertarung di Daerah Pemilihan (Dapil) 4, Kecamatan Tempurejo, Mumbulsari, Mayang dan Silo.

Berikut isi voice yang tersebar di banyak grup WhatsApp:

"Assalamualaikum, maaf teman-teman itu tadi saya dapat telpon dari Bapak Pur (Plt. Kadis DP3AKB Jember). Kemudian bapak Poer mengirimkan data itu. Kemudian teman-teman mengisi semua secara riil, Pak Poer menghendaki kondisi suara, yang bisa jenengan untuk istrinya Pak Poer".

"Berapa-berapanya mohon diisi, riilnya berapa. Misalnya jenengan bisa (mencari pendukung dan suara) 10, ya tidak apa 10 (orang), isi 20 tidak apa-apa. Secara riil Pak Poer ingin seperti itu".

"Monggo sekarang apa katanya teman-teman, bagaimana untuk pencapaian suara yang Pak Poer inginkan. Kita sa' repotan dulur ya, soalnya Pak Poer juga atasan kita. Juga untuk kelancaran tugas-tugas kita nanti. Kita jadi terus terang saja, beban bagi kita semua".

"Saya berharap teman-teman monggo diisi, sesuai kemampuan jenengan masing-masing, TPS yang jenengan dapat. Diisi seadanya, sesuai kemampuan jenengan, ada 5, 10, 20 monggo diisi. Itu langsung dikirim (kembali) ke Pak Poer untuk google formnya itu ya. Terima Kasih untuk penjenengan semua, semoga kita sehat selalu dan tetap semangat".

Bawaslu Jember Melakukan Penelusuran

Sementara Ketua Bawaslu Jember, Sanda Aditya Pradana mengaku sudah menerima informasi tersebut dan akan melakukan penelusuran.

Baca juga: Kejati Jatim Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi KUR BNI Jember, Kerugian Negara Capai Rp41,4 Miliar

"Terkait hal ini, dan bahan sebagai pintu masuk kita melakukan penelusuran. setelah itu baru kita bisa ke tahap pelanggaran, jadi kita penelusuran dulu kita memastikan terkait ini apa suaranya yang bersangkutan atau bukan," ujar Sanda.

Plt Kepala Dinas DP3AKB Jember Membantah

Terpisah, Plt Kepala Dinas DP3AKB Jember, Poerwahjoedi menepis tudingan yang ditujukan padanya.

Dia menyatakan tidak pernah menyuruh siapa pun untuk mencari suara bagi proses pemenangan istrinya.

"Aku malah gak weruh iku (saya malah tidak tahu, siapa itu). Yang pasti saya tidak pernah memerintahkan, apa koordinator atau siapa pun itu. Saya tidak paham itu," jelas Poerwahjoedi saat dikonfirmasi mili.id melalui sambungan telepon, Jumat (9/2/2024).

Menurutnya, untuk proses pencalegan istrinya agar meraih proses pemenangan, sudah ada tim yang dibentuk dan disiapkan.

Baca juga: AstonRun 2026 Perkuat Jember Sebagai Destinasi Sport Tourism

"Terkait istri yang nyaleg, dia punya tim sendiri. Kan saya tidak boleh terlibat. Ada tim sendiri itu," tegas dia.

Poerwahjoedi juga enggan berkomentar terkait upaya penelusuran yang dilakukan Bawaslu Jember, perihal tersebarnya voice itu.

"Saya tidak mau berandai-andai, karena saya pun tidak tahu siapa yang membuat (voice) ataupun siapa yang memerintahkan. Silahkan Bawaslu melakukan klarifikasi. Saya tidak memerintahkan ataupun menyuruh membuat voice," ujarnya.

"Karena saya merasa tidak terlibat, saya juga tidak mau melakukan klarifikasi. Saya juga tidak tahu dari mana informasi yang tersebar itu. Saya juga akan menggali informasi, dari mana tersebarnya informasi ini. Saya akan pastikan sumber berita dari mana, dan siapa yang membuat," imbuhnya.

 

Editor : Redaksi



Berita Terkait