Mahasiswi asal Jawa Barat Diduga Coba Bunuh Diri di Surabaya

Mahasiswi asal Jawa Barat Diduga Coba Bunuh Diri di Surabaya © mili.id

Petugas Dinas Kesehatan Kota Surabaya berada di kamar kos mahasiswi asal Jawa Barat (Foto: Ist)

*Informasi berikut tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan tindakan serupa. Bila merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasi ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Surabaya - Seorang mahasiswi asal Jawa Barat selamat dari maut, usai percobaan bunuh diri yang dilakukannya di Surabaya digagalkan warga dan petugas, Sabtu (3/2/2024).

Baca juga: Eri Sikat Pungli SWK, Pengelolaan PKL Dikembalikan ke Pemkot

Mahasiswi itu mencoba mengakhiri hidupnya, diduga meminum obat keras berlebihan.

Informasi yang dihimpun, peristiwa terjadi sekitar pukul 19.47 WIB. Korban diketahui berinisial RSM (20), asal Karawang, Jawa Barat yang indekos di Keputran Panjunan III, Surabaya.

Kapolsek Genteng, Kompol Bayu Halim membenarkan percobaan bunuh diri mahasiswi tersebut. Menurutnya, peristiwa itu kini dalam penyelidikan.

"Masih lidik. Masih kami lakukan pemeriksaan ke sejumlah saksi. Mohon waktu," ujar Bayu saat dikonfirmasi mili.id.

Baca juga: Eri Cahyadi Dukung Pengusutan Korupsi KBS, Audit BUMD Diperketat

Ditanya soal adanya dugaan korban mencoba bunuh diri dengan minum obat keras lantaran depresi, Bayu juga belum bisa menjelaskan detail.

"Masih didalami lagi. Yang pasti saat dievakuasi dalam kondisi lemas, dan sadar. Namun mengeluh sakit di dadanya," ungkap Alumni Akpol 2009 itu.

Sementara informasi lain yang diperoleh mili.id, korban awalnya ditolong petugas BPBD Kota Surabaya dan jajaran samping hingga warga di kamar kosnya.

Baca juga: PDIP Surabaya Terima Banpol Lebih Rp6 Miliar, Fokus Pendidikan Politik

Korban kemudian dicek kondisinya didampingi ketua RT setempat. Saat dicek, korban masih dalam kondisi sadar, tapi mengeluh sakit di dada setelah meminum obat terlalu banyak.

Kemudian, Tim DP3A melakukan mediasi dengan korban. Dibantu menghubungi teman dekatnya untuk melakukan pendampingan dan evakuasi ke rumah sakit.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait