Wawali Armuji saat gelar operasi pasar/Foto:mili/Istimewa
Mili.id - Menjelang tutup tahun, harga minyak goreng (migor) Pemerintah Kota Surabaya sedang berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait kenaikan harga salah satu bahan pokok itu. Kenaikan harga itu terlihat pada minyak goreng kemasan maupun curah.
"Kondisi global saat ini sedang ada penurunan pandemi Covid-19 dan cuaca buruk. Hal ini menyebabkan terjadinya pergerakan harga crude palm oil (CPO) CIF Rotterdam per September 2021 mencapai USD 1.235 per ton dibandingkan Agustus USD 1.226 per ton." kata Wawali Armuji melalui keterangannya yang diterima redaksi, Kamis (2/11).
Baca juga: Mentan Amran Tinjau Pasar Murah se Jatim, Pastikan Harga Terjangkau Masyarakat
Ia memaparkan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng kemasan yang diatur dalam Permendag seharusnya sekitar Rp 11.000 per liter.
"Namun, dalam beberapa waktu terakhir harga meningkat menjadi Rp 14.000 hingga Rp 19.000 per liter." terang Armuji.
Dalam hal ini, Armuji mengunjungi salah satu distributor di Kawasan Industri SIER pada Rabu (1/12) guna memastikan stok minyak goreng dan Harga sesuai HET didampingi Disperindag serta Direktur Pemasaran SIER.
Baca juga: BHS dan Armuji Sidak Aktivitas PT Suka Jadi Logam yang Dinilai Merugikan Masyarakat
"Untuk menjamin distribusi lancar kita siapkan skema operasi pasar di 31 kecamatan dan pengawasan terhadap distributor minyak goreng melalui Disperindag," kata Armuji
Dirinya menyebutkan kenaikan harga Minyak goreng itu menyebabkan kenaikan sejumlah komoditi lainnya seperti makanan . Selain itu ia juga mendapatkan banyak masukan dari ibu - ibu terkait kenaikan minyak goreng .
Baca juga: 16 Inovasi Tepat Guna Karya Mahasiswa KKN UMSurabaya Dapat Hak Kekayaan Intelektual
"Ibu - ibu paling pusing kalau harga minyak goreng naik , memang kondisi global Harga bahan baku naik tapi kita harus mengambil langkah", kata Armuji
Masih Armuji , menegaskan Pemerintah Kota Surabaya akan mengambil langkah tegas apabila ada pihak - pihak yang mengambil untung dalam kenaikan harga minyak goreng ini.
Editor : Redaksi
