16 Inovasi Tepat Guna Karya Mahasiswa KKN UMSurabaya Dapat Hak Kekayaan Intelektual

16 Inovasi Tepat Guna Karya Mahasiswa KKN UMSurabaya Dapat Hak Kekayaan Intelektual © mili.id

wakil Wali Kota Surabaya, Armuji saat berkeliling pada pameran inovasi KKN UMSurabaya di Halam Gedung Cak Durasim. (foto: Fahrizal Tito/mili.id)

Surabaya, mili.id - Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) memamerkan 73 produk inovasi dan teknologi tepat guna yang dihasilkan oleh para mahasiswa selama Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2025 di berbagai wilayah di Jawa Timur.

Pameran yang di gelar di Gedung Kesenian Cak Dur Asim Surabaya, pada Rabu (27/8/25) itu dihadiri langsung oleh Armuji Wakil Wali Kota Surabaya. Diketahui dari puluhan alat dan produk itu, 16 Teknologi Tepat Guna (TTG) diantaranya telah mendapatkan Hak Kekayaan Intelektua (HKI).

Baca juga: Jelang Muktamar NU ke-35, ISHARI gelari KHA Wahab Hasbullah sebagai “Bapak ISHARI”

Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji mengapresiasi para mahasiswa UMSurabaya yang telah menyelesaikan KKN dengan produk-produk inovasi yang dibutuhkan masyarakat. Menurutnya, pengabdian di masyarakat harus bersifat organik seperti halnya Kuliah Kerja Nyata.

"Pengabdian di masyarakat harus bersifat organik, artinya tumbuh dari kebutuhan nyata dan keterlibatan langsung warga, bukan sekadar program formalitas. Seperti halnya Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilakukan mahasiswa, pengabdian harus lahir dari interaksi, empati, dan kolaborasi,” ujar Wawali Armuji.

Armuji menabahkan, hanya dengan pendekatan ini bisa menciptakan perubahan yang berkelanjutan untuk masyarakat.

"Begitu pula dengan pemerintah dan seluruh elemen kota, harus membangun pengabdian yang mendengarkan, memberdayakan, dan menguatkan masyarakat," harap Cakji sapaan akrabnya.

Wakil Rektor Bidang Riset Kerjasama dan Digitalisasi UMSurabaya, Radius Setiyawan mengatakan, bahwa program KKN ini merupakan perwujudan dari komitmen universitas dalam menciptakan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberi kontribusi nyata kepada masyarakat.

Baca juga: Khofifah Lantik IKA UNAIR Bali, Ajak Alumni Perkuat Ekonomi Daerah

Sementara itu total yang diajukan untuk mendapatkan perlindungan hukum terhadap inovasi karya mahasiswa itu sebanyak 25 Produk.

“Saat ini ada 16 produk TTG yang sudah mendapatkan HKI dan lainnya masih dalam proses, ke depan UMSurabaya akan terus memberikan pendampingan agar aplikasi yang sudah dibuat ini bisa berkelanjutan untuk bisa diterapkan di Surabaya dan masyarakat luas lainnya,” tandasnya.

Sebagai informasi ditahun 2025, KKN UMSurabaya menerjunkan ke 11 lokasi strategis, baik di dalam negeri maupun luar negeri, yakni: Korea Selatan, Singapura, Taiwan, Siak (Riau), Mojokerto, Jombang, Pasuruan, Nganjuk, Surabaya, Lamongan, dan Tuban.

Baca juga: Gion Spa Diduga Masih Beroperasi Meski Belum Kantongi Rekomendasi, Publik Tunggu Sikap Tegas Pemerintah

Sementara itu beberapa inovasi yang dipamerkan diantaranya: alat pengukur stress, aplikasi digital pencatatan asset, mesin penggoreng kacang berbahan drum, Alat destilasi serai menjadi minyak roll-on, Pengolah limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi.

Mesin pencacah pakan ternak, kompor dari limbah jelantah, Semprot hama otomatis dan pemantik tikus otomatis, lampu desa bertenaga surya, aplikasi kesehatan berbasis web, Iron shovel pengolah sampah.

Ada juga alat pengering kerupuk samiler, mesin penggiling limbah kotoran kambing menjadi pupuk dan mesin komposer ramah lingkungan, alat fermentasi tempe dan masih banyak lagi produk inovasi lainnya.

Editor : Redaksi



Berita Terkait