Aning Rahmawati (foto: Roy Ibrachim/mili.id)
Surabaya - Lambatnya perbaikan jalan rusak mendapat sorotan dari DPRD Kota Surabaya. Bahkan tidak sedikit yang hanya dilakukan tambal sulam.
Hal ini seperti yang disampikan Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmawati bila pihaknya banyak menerima laporan masyarakat, terkait jalan rusak.
Baca juga: Gerindra Pasang Badan Bela Penolakan Warga Tolak Spiritshaus Surabaya
"Tidak sedikit keluhan warga terkait jalan rusak, dan perbaikan jalan di Surabaya hanya tambal sulam, sehingga kualitas jalan tidak maksimal," ujar Aning.
Masih menurut Aning bila sejak 2022 sebenarnya pemkot sudah mengeluarkan SOP tentang perbaikan jalan rusak, di mana dalam 1x24 jam harus tuntas ditangani. "Meski ada SOP jalan rusak, tapi faktanya tidak terbukti,” ujar Aning, Rabu (05/07).
Menurut legislator PKS ini, bila lambannya penanganan jalan rusak ini, pihak pemkot berdalih jika aspalnya habis. Sehingga, Komisi
Baca juga: Pemkot Surabaya Tertibkan Bangunan di Wonokromo, Area Akan Dimanfaatkan untuk Perluasan TPS
mendesak pemkot untuk anggaran sarana-prasarana pembangunan jalan perlu ditambah. Misalnya mesin, alat, aspal, dan drainase harus diselesaikan. "Di LKPJ 2022 kita rekomendasikan ke pemkot," ujar dia.
Aning menambahkan, bila drainase tidak diperbaiki, ia khawatir saat musim hujan, dan timbul genangan air di mana-mana, lalu jalan itu kembali rusak.
Sedangkan untuk mewujudkan keinginan Wali Kota Eri Cahyadi bila 2024 Surabaya diproyeksikan tidak ada lagi genangan air. Maka, ia menekankan agar pemkot menghitung ulang agar di Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2023 bisa clear.
Baca juga: Kasus Dugaan Keracunan MBG, Dinkes Surabaya "Bermain", Sembunyikan Hasil Lab
“Sehingga tidak ada lagi ada alasan anggaran habis, yang berdampak memperlambat perbaikan jalan,” pungkas Aning Rahmawati.
Reporter: Roy Ibrachim
Editor : Aris S
