SDN Cepokosawit 2 Boyolali Hanya Terima Satu Siswa Baru, Guru Tetap Semangat Layani Pembelajaran

SDN Cepokosawit 2 Boyolali Hanya Terima Satu Siswa Baru, Guru Tetap Semangat Layani Pembelajaran © mili.id

Mili.id – Hari kedua pelaksanaan tahun ajaran 2026/2027 menghadirkan kisah yang menyentuh di SD Negeri Cepokosawit 2, Desa Cepokosawit, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali. Sekolah tersebut hanya menerima satu siswa baru untuk kelas 1, sebuah kondisi yang mencerminkan menurunnya jumlah anak usia sekolah di wilayah tersebut.

Satu-satunya peserta didik baru yang bergabung tahun ini bernama Khanza. Meski hanya seorang diri di kelas, pihak sekolah memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan optimal dengan pendampingan penuh dari para guru.

Baca juga: 5 dari 6 Korban Tewas Kecelakaan Rombongan SD Darul Falah Surabaya itu Satu Keluarga

Guru kelas 1 SDN Cepokosawit 2, Andriyani Mudrikah, menjelaskan bahwa sekolah telah melakukan berbagai upaya untuk menarik minat calon peserta didik. Sosialisasi dilakukan ke sejumlah taman kanak-kanak (TK) di sekitar desa hingga mendatangi rumah-rumah warga secara langsung.

Menurutnya, rendahnya jumlah siswa baru disebabkan oleh minimnya angka kelahiran di wilayah tersebut sehingga jumlah anak usia masuk sekolah dasar semakin terbatas.

"Untuk tahun ini kami menerima satu murid di tahun ajaran 2026/2027. Angka kelahiran di daerah ini memang sedikit sehingga anak usia masuk kelas 1 sangat terbatas," ujar Andriyani, Selasa (14/7/2026).

Ia menambahkan, keberadaan sejumlah sekolah dasar lain yang lokasinya berdekatan turut memengaruhi pilihan orang tua dalam menentukan sekolah bagi anak mereka. Selain itu, sebagian orang tua lebih memilih menyekolahkan anak di sekolah berbasis agama dengan sistem full day school.

Meski demikian, semangat para guru tidak surut. Bahkan, demi mendapatkan satu siswa baru, mereka rela mendatangi rumah calon peserta didik hingga tiga sampai empat kali sebagai bentuk pendekatan kepada orang tua.

Saat ini, total siswa di SDN Cepokosawit 2 hanya berjumlah 25 orang. Rinciannya terdiri atas delapan siswa kelas 6, empat siswa kelas 5, dua siswa kelas 4, empat siswa kelas 3, enam siswa kelas 2, dan satu siswa di kelas 1.

Baca juga: Kecelakaan Rombongan SD Darul Falah Surabaya di Tol Solo, Pemkot Kirim 6 Ambulans

Tetap Berikan Pelayanan Terbaik
Andriyani mengaku baru pertama kali mengalami situasi mengajar kelas yang hanya diisi satu murid. Namun, hal tersebut tidak mengurangi komitmen sekolah untuk memberikan pelayanan pendidikan terbaik.

Ia menyebut Khanza menunjukkan semangat belajar yang tinggi dan tidak merasa minder meski menjadi satu-satunya siswa di kelas 1.

Untuk mendukung proses belajar, pembelajaran tertentu akan digabungkan bersama siswa kelas 2 agar interaksi sosial dan kegiatan belajar tetap berjalan efektif.

Sementara itu, Kepala SDN Cepokosawit 2, Arya Dani Rushertanto, mengatakan jumlah siswa baru tahun ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang masih mencapai enam orang.

Baca juga: Daftar Korban Rombongan Guru SD Darul Falah Surabaya yang Kecelakaan di Tol Solo

Menurut Arya, sekolah sebenarnya telah melakukan berbagai inovasi, mulai dari menghadirkan perpustakaan yang lebih menarik, meningkatkan program literasi, hingga mengembangkan berbagai program unggulan agar mampu bersaing dengan sekolah negeri maupun swasta di sekitar wilayah tersebut.

Meski hanya menerima satu siswa baru, ia menegaskan seluruh tenaga pendidik tetap bersyukur dan akan memberikan pendidikan dengan sepenuh hati.

"Kami tetap bersyukur. Walaupun hanya mendapat satu murid, kami akan melayaninya dengan sepenuh hati," ujarnya.

 

Editor : Redaksi



Berita Terkait