Amien Rais saat Mendeklarasikan Partai Ummat
Mili.id - Partai Ummat yang baru berdiri kini diterpa badai, sejumlah pengurus penting di dalam partai besutan Amien Rais tersebut mulai mengundurkan diri. Mereka adalah Wakil Ketua Umum (Waketum) Agung Mozin yang mundur pada 26 Agustus, berikutnya Wakil Ketua Majelis Syura Neno Warisman mundur pada Sabtu 2 Oktober 2021.
Dilansir dari SindoNews, pengunduran Neno disebut ingin fokus mengurus anak di Turki. Padahal Saat Deklarasi Partai Ummat pada 29 April 2021, ia sangat antusias bergabung dengan partai ini, bahkan ia mengibaratkan Partai Ummat seperti bayi baru lahir yang cantik nan membutuhkan kasih sayang.
Baca juga: Amien Rais Kritik Kondisi Politik dan Ekonomi Indonesia, Soroti Oligarki hingga Ketimpangan Sosial
Pengunduran Neno Warisman sudah dikonfirmasi kebenarannya oleh Sekretaris Majelis Syuro, Ansufri Idrus Sambo atau Ustaz Sambo.
"Iya. kita SDH menerima surat pengunduran diri dari bunda Neno dgn alasan beliau ingin fokus mengurus putri beliau di Turki khawatir TDK bisa aktif maksimal di Partai Ummat," ujarnya.
Dominasi Keluarga Amien Jadi Titik Lemah
Tidak hanya Agung Mozin dan Neno yang mengundurkan diri Partai Ummat, kabar mengejutkan juga datang Wakil Ketua DPW Partai Ummat Provinsi Sumatera Barat M.Tauhid yang juga mengambil sikap sama. Yakni menyatakan mundur dari pengurus dan anggota partai.
Sementara, mundurnya Mozin ditengarai karena dominasi keluarga Amien Rais di tubuh partai.
Seperti diketahui, Ketua Umum Partai Ummat adalah menantu Amien Rais, Ridho Rahmadi. Amien Rais sendiri menjabat sebagai ketua majelis syura Partai Ummat.
Dua anak Amien Rais, Tasniem Fauzia Rais dan Ahmad Hanafi Rais masuk dalam jajaran tokoh pendiri partai berlogo Perisai Tauhid tersebut. Tasniem adalah istri dari Ridho Rahmadi.
Terkait dominasi keluarga dalam tubuh partai, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menjabarkan, jika partai politik yang sejak awal dibangun oleh keluarga rentan mengalami konflik.
"Membaca surat Mozin terkesan ada ketidakterimaan atas dominasi keluarga Amien Rais, bahkan dalam tembusan Mozin jelas mempertegas soal relasi ketua umum dengan Amien Rais, di mana teks tersebut tidak lazim dalam surat profesional," ujarnya
Sehingga menjadi titik lemah tata kelola organisasi dan menjadi persoalan di Partai Ummat. "Jika ini tidak segera disikapi dengan baik, akan memicu provokasi kader lainnya untuk bersikap anti elite DPP," ujar Dedi
Langkah Mozin mundur dari partai, dikhatirkan bakal diikuti kader lainnya. Sehingg Dedi meminta, Ridho Rahmadi harus mengambil langkah strategis dan konsolidatif. Ia menyebut ini tantangan berat.
Dari sudut pandangnya, Partai Ummat dianggap kurang cermat menentukan ketua umum. Sebab, Ridho sendiri dinilai tokoh yang tidak dikenal dan belum memiliki catatan aktivis politik.
Menurutnya, langkah ini cukup berisiko, terlebih memimpin kader yang jauh lebih banyak pengalaman politiknya.
Maka itu, Dedi menilai Partai Ummat perlu memperbaiki diri ke depannya pasca ditinggalkan Agung Mozin. Lantas Dedi membeberkan bahwa Partai Ummat dalam survei IPO masih tertinggal dengan persentease 0,0 persen.
"Artinya, belum ada masyarakat yang tahu adanya partai ini, terlebih sejak dideklarasikan hampir tidak ada aktivitas yang mengemuka," pungkasnya.
Baca juga: Partai Ummat Merapat ke PDIP, Dukung Paslon Hendy-Gus Firjaun di Pilkada Jember 2024
Amien Rais Jadi Penentu Bubarnya Partai Ummat
Pandangan Dedi, ternyata berseberangan dengan Pengamat Komunikasi Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio. Ia menilai mundurnya Neno dan Muzin justru dianggap bagus bagi Partai Ummat.
Dengan begitu, mereka bisa solid di awal. Bagi dia dampak mundurnya Neno dan Agung sangat kecil, mereka bisa semakin memperkuat fondasi mereka.
“Justru saya sih melihat nilai negatifnya kecil, karena di awal itu bikin fondasi mereka, jadi kalau mundur satu-satu nggak apa-apa sih,” terangnya.
“Itu malah bagus sih sebenarnya mundur satu-satu di saat partai masih hijau, jadi mereka bisa solid di awal,” kata pria yang akrab disapa Hensat ini.
Ia meyakini Partai Ummat masih akan eksis, dan baru akan runtuh jika Amien Rais mundur dari partai tersebut.
“Partai Ummat runtuh bila Amien Rais mundur, selama Amien masih ada, ya masih ada itu partai, tapi bila bicara seberapa besar (kekuatan politik), ya lain lagi,” menurut pendiri lembaga kajian KedaiKOPI ini.
Baca juga: Ini Pesan AMIN Capres-Cawapres Nomor 1 untuk Pilpres 2024
Editor : Redaksi
