Puluhan mahasiswa UNU Blitar menggelar aksi damai di depan kampus Jalan Masji, Kota Blitar, menuntut penuntasan kasus dugaan pelecehan seksual terhadap belasan mahasiswi yang dilakukan oleh seorang dosen, Selasa (19/5/2026)
Mili.id - Fatayat Nahdlatul Ulama menegaskan bahwa keberanian institusi pendidikan dalam menegakkan keadilan dan melindungi mahasiswa menjadi tolok ukur integritas sebuah kampus. Pernyataan itu disampaikan menyusul dugaan kasus pelecehan seksual yang menyeret oknum dosen senior di Universitas Nahdlatul Ulama Blitar.
Dalam surat sikap dan rekomendasinya, Fatayat NU menilai nama baik lembaga pendidikan tidak dibangun dengan menutupi persoalan, melainkan melalui keberpihakan terhadap korban dan penegakan nilai kemanusiaan.
“Nama baik institusi justru dibangun melalui keberanian menegakkan keadilan, melindungi kelompok rentan, dan menunjukkan keberpihakan pada nilai kemanusiaan,” demikian isi pernyataan Fatayat NU.
Organisasi perempuan NU itu menyebut surat sikap tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral agar lingkungan kampus tetap menjadi ruang pendidikan yang aman, sehat, dan bebas dari kekerasan seksual maupun penyalahgunaan relasi kuasa.
Baca juga: Pemkot Surabaya Dampingi Atlet Menembak 15 Tahun Korban Dugaan Pelecehan Eks Pengurus Perbakin
Kasus dugaan pelecehan seksual di lingkungan UNU Blitar sendiri disebut melibatkan sedikitnya 15 mahasiswi dari berbagai angkatan. Mereka diduga menjadi korban tindakan tidak pantas yang dilakukan oleh seorang dosen senior.
Saat ini, para korban mendapat pendampingan dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat Blitar bersama Lembaga Pers Mahasiswa Bhanu Tirta. Pendampingan dilakukan untuk memastikan para korban memperoleh perlindungan dan dukungan selama proses penanganan kasus berlangsung.
Baca juga: Miliki Massa Besar dan Berpotensi, OJK dan Fatayat NU Jateng Bentuk Kerjasama Ini
Kasus ini menjadi perhatian publik dan memunculkan desakan agar pihak kampus bertindak tegas serta transparan dalam mengusut dugaan pelecehan seksual tersebut.
Editor : Redaksi
