Mili.id — Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menyoroti pengembangan bahan bakar alternatif Bobibos yang diproduksi oleh PT Inti Sinergi Formula. Di Jakarta, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) memanggil perusahaan tersebut untuk melanjutkan pembahasan terkait uji kelayakan sebelum produk dapat digunakan secara luas.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya pada 14 April 2026, dengan fokus pada pengujian laboratorium, standardisasi, dan klasifikasi produk BBM alternatif tersebut. Pemerintah menegaskan bahwa setiap inovasi bahan bakar harus melalui proses verifikasi ketat demi memastikan keamanan, kualitas, dan kesesuaian standar nasional.
Baca juga: Pertamina Turunkan Harga Sejumlah BBM Nonsubsidi Mulai 1 Juli 2026
Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, Noor Arifin Muhammad, menyampaikan bahwa pengujian ini menjadi tahapan penting sebelum Bobibos dapat dipasarkan secara luas. Hal ini juga bertujuan menjaga kepercayaan publik terhadap inovasi energi dalam negeri.
Baca juga: BBM Nonsubsidi Naik, Pemprov DKI Siapkan Strategi Ajak Warga Beralih ke Transportasi Umum
ESDM menegaskan bahwa pengembangan BBM alternatif tetap didukung sebagai bagian dari upaya kemandirian energi nasional. Namun, seluruh produk harus lolos uji teknis dan standar keselamatan untuk menghindari risiko bagi konsumen maupun lingkungan di masa mendatang.
Editor : Redaksi
