Mili.id — PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat tingginya antusiasme petani di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dalam menebus pupuk subsidi pada awal tahun 2026. Total penebusan bahkan mencapai 15.000 ton, atau menjadi yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
Account Executive (AE) PT Pupuk Indonesia wilayah Jember, Slamet Saputra, mengungkapkan jumlah tersebut setara dengan 12 persen dari total alokasi pupuk subsidi Jember tahun 2026 yang mencapai 124.122 ton.
“Awal tahun ini penebusan memecahkan rekor tertinggi. Dari fenomena ini, Jember termasuk kategori pemakaian serempak di seluruh wilayah,” ujar Slamet.
Ia berharap tingginya penebusan pupuk tersebut mampu mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian di Jember, terutama menjelang musim tanam.
Slamet memastikan, pihaknya tetap menjaga ketersediaan pupuk sesuai alokasi pemerintah. Dengan demikian, petani yang telah terdaftar dapat dengan mudah menebus pupuk di kios resmi atau Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS).
Berdasarkan data per 10 April 2026, stok pupuk bersubsidi di empat gudang wilayah Jember dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan petani pada awal musim tanam April–September 2026. Rinciannya meliputi pupuk Urea sebanyak 1.760 ton, NPK Phonska 571 ton, pupuk organik 90 ton, serta ZA 39 ton.
Untuk menjaga ketersediaan, pasokan pupuk NPK Phonska terus dikirim secara bertahap setiap hari oleh Petrokimia Gresik guna mengimbangi tingginya permintaan di lapangan.
Sementara itu, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember turut memastikan kecukupan pasokan pupuk bagi petani. Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Penyuluhan Pertanian DTPHP Jember, Moch. Kosim, menyatakan pihaknya telah mengambil langkah proaktif dengan bersurat resmi kepada Pupuk Indonesia.
Baca juga: Jelang Muktamar NU ke-35, ISHARI gelari KHA Wahab Hasbullah sebagai “Bapak ISHARI”
“Kami memastikan pasokan pupuk bersubsidi tetap sesuai alokasi. Jangan sampai muncul anggapan di masyarakat bahwa pupuk langka di lapangan,” ujar Kosim.
Sinergi antara pemerintah daerah dan Pupuk Indonesia diharapkan mampu menjaga kelancaran distribusi pupuk sekaligus mendukung ketahanan pangan di wilayah Jember.
Editor : Redaksi
