Perayaan gol Assane Diao.
Mili.id – Como 1907 meraih kemenangan telak penuh makna setelah membantai Pisa dengan skor 5-0 dalam lanjutan Serie A, Minggu (22/3/2026) dini hari WIB. Laga di Stadio Giuseppe Sinigaglia itu berlangsung dalam suasana duka atas wafatnya pemilik klub, Michael Bambang Hartono.
Sebelum pertandingan dimulai, seluruh pemain dan ofisial mengheningkan cipta sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi sosok yang berjasa besar dalam kebangkitan klub tersebut. Bambang Hartono meninggal dunia pada 19 Maret 2026 di Singapura.
Baca juga: Tanpa Jay Idzes, Sassuolo Dihajar Como
Pelatih Como, Cesc Fabregas, menegaskan kemenangan ini memiliki arti lebih dari sekadar tiga poin.
“Hari ini kemenangan penting karena kami kehilangan sosok berharga di Como. Kami mengirimkan pelukan hangat untuk keluarga Hartono. Kemenangan ini lebih bermakna dari itu semua,” ujar Fabregas kepada DAZN.
Como langsung tampil agresif sejak awal laga. Gol cepat dari Assane Diao pada menit ke-7 membuka keunggulan, sebelum digandakan oleh Anastasios Douvikas di menit ke-29.
Baca juga: Kagetkan Fans Indonesia, AC Milan Resmi Pinjamkan Morata ke Como
Memasuki babak kedua, dominasi tuan rumah semakin tak terbendung. Martin Baturina menambah gol di menit ke-48, disusul Nico Paz pada menit ke-75, dan Maximo Perrone yang menutup pesta gol di menit ke-81.
Kemenangan ini mengokohkan Como di peringkat keempat klasemen dengan 57 poin, sekaligus menjaga asa tampil di kompetisi elite Eropa, Liga Champions UEFA.
Kebangkitan Como tak lepas dari peran besar Bambang Hartono bersama saudaranya, Robert Hartono, yang mengakuisisi klub pada 2019 melalui Djarum Group. Saat itu, Como masih berkutat di Serie D, sebelum perlahan menjelma menjadi kekuatan baru di Serie A.
Baca juga: Prediksi Juventus Vs Como, Nama Raphael Varane Tidak Ada di Lis Pemain
Berdasarkan laporan Forbes tahun 2022, Hartono bersaudara bahkan disebut sebagai pemilik klub terkaya di Italia, melampaui nama-nama besar seperti Silvio Berlusconi dan Dan Friedkin.
Kemenangan telak ini bukan sekadar hasil pertandingan, melainkan penghormatan terakhir yang sempurna dari Como untuk sosok yang telah mengubah sejarah klub.
Editor : Erwin Muhammad
