125 Warga Kebon Pala Mengungsi ke Sekolah Akibat Luapan Kali Ciliwung

125 Warga Kebon Pala Mengungsi ke Sekolah Akibat Luapan Kali Ciliwung © mili.id

Sebanyak 125 warga Kebon Pala, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, mengungsi ke dua bangunan sekolah, yakni SDN 01 dan SDN 02 Kampung Melayu, setelah banjir setinggi hingga dua meter merendam permukiman mereka, Jumat (30/1/2026)

Mili.id — Sebanyak 125 warga Kebon Pala, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, mengungsi ke dua bangunan sekolah, yakni SDN 01 dan SDN 02 Kampung Melayu, setelah banjir setinggi hingga dua meter merendam permukiman mereka, Jumat (30/1/2026).

Dilansir dari Antara, Kepala Satuan Tugas Koordinator Wilayah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Timur, Ali Kojim, menyatakan sedikitnya 31 kepala keluarga (KK) dengan 123 jiwa terpaksa mengungsi akibat luapan Kali Ciliwung yang kembali terjadi di wilayah tersebut.

Baca juga: Rumahnya Masih Terendam Banjir, Ratusan Warga di Pasuruan Mengungsi

“Sebanyak 31 KK dengan 123 jiwa terdampak banjir di Kebon Pala mengungsikan diri di SDN 01 dan 02 Kampung Melayu,” ujar Ali saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Banjir merendam sejumlah titik di Kelurahan Kampung Melayu dengan ketinggian air bervariasi. Di Jalan Kebon Pala II RW 04, tepatnya RT 12 dan RT 13, air setinggi 100 sentimeter tercatat pada pukul 05.00 WIB dan meningkat menjadi 150 sentimeter satu jam kemudian. Di lokasi ini, 44 KK atau 125 jiwa terdampak.

Kondisi lebih parah terjadi di Jalan Kebon Pala II RW 05 yang meliputi RT 10 dan RT 11. Ketinggian air di wilayah tersebut mencapai 135 sentimeter pada pukul 05.00 WIB dan naik menjadi 185 sentimeter pada pukul 06.00 WIB, berdampak pada 54 KK atau 192 jiwa.

Selain itu, banjir juga menggenangi Jalan Tanah Rendah RW 007, meliputi RT 001, 002, 003, 004, 005, 008, 015, dan 016. Ketinggian air di kawasan tersebut terpantau stabil di sekitar 70 sentimeter sejak pukul 05.00 hingga 06.00 WIB.

Baca juga: Erupsi Gunung Lewotobi, BNPB Siapkan Tenda Pengungsi untuk Kaum Rentan

Ali menjelaskan, air mulai meluap dan masuk ke permukiman warga sejak Rabu (28/1) sore. Hingga Jumat pagi, ketinggian air di sejumlah titik masih mengalami kenaikan. BPBD Jakarta Timur kemudian menyiapkan lokasi pengungsian sebagai langkah penanganan darurat bagi warga terdampak.

Berdasarkan kronologi BPBD, banjir dipicu oleh kondisi hulu Sungai Ciliwung yang mengalami peningkatan status siaga. Pada Rabu (28/1) pukul 06.00 WIB, Bendung Katulampa naik ke status Siaga 3, disusul Pos Pantau Depok yang juga berstatus Siaga 3 pada pukul 15.00 WIB. Sekitar pukul 17.00 WIB, air Kali Ciliwung mulai meluap dan memasuki kawasan permukiman Kampung Melayu.

“Penyebab utama banjir di wilayah ini adalah luapan Kali Ciliwung yang diperparah hujan lokal,” kata Ali.

Baca juga: 26.922 Warga Pulau Bawean Mengungsi Akibat Gempa

BPBD Jakarta Timur terus melakukan pemantauan di lapangan dan berkoordinasi dengan unsur terkait untuk penanganan darurat, termasuk pengelolaan pengungsian dan kebutuhan dasar warga. Warga di wilayah rawan banjir diimbau tetap waspada mengingat potensi hujan masih terjadi dan ketinggian air berpeluang kembali meningkat.

Sebelumnya dilaporkan, banjir akibat luapan Kali Ciliwung merendam 38 RT di dua kecamatan di Jakarta Timur dengan ketinggian air mencapai hingga tiga meter. Hingga pukul 06.00 WIB, banjir meluas ke dua kecamatan, lima kelurahan, dan 13 RW, dengan total 581 KK atau 1.830 jiwa terdampak.
 
 

Editor : Redaksi



Berita Terkait