Potret pengungsian warga terdampak gempa di Dusun Tanjunganyar, Desa Lebak, Pulau Bawean, Gresik (Foto-foto: Rama Indra/mili.id)
Gresik - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik mencatat ada 26.922 warga di Pulau Bawean yang mengungsi akibat rentetan gempa yang terjadi sejak Jumat (22/3/2024).
Data itu berdasarkan asesmen BPBD Gresik pada hari ini, Minggu (24/3/2024). Dua kecamatan di Pulau Bawean, yaitu Sangkapura dan Tambak, seluruhnya terdampak gempa.
Baca juga: Haul ke-71 Habib Abu Bakar Assegaf Siap Digelar, Ratusan Ribu Jemaah Diprediksi Padati Gresik
Kepala BPBD Gresik, Sukardi mengatakan, jumlah bangunan rusak terdiri dari rusak ringan, sedang hingga berat. Mulai dari bangunan sekolah, rumah warga, tempat ibadah, kantor dan fasilitas kesehatan.
"Kami petugas BPBD, bersama stakeholder terkait dan dibantu relawan. Kini telah mengerahkan bantuan berupa pendirian posko, dan juga kebutuhan lain," ungkap Sukardi di Pulau Bawean.
Sukardi menjelaskan bahwa data kerusakan yang terjadi dan pengungsi, masih terus dicatat.
Namun berdasarkan asesmen terkini, jumlah pengungsi di Kecamatan Tambak ada 9.648 jiwa, mulai anak-anak hingga lansia. Sedangkan di Kecamatan Sangkapura ada 17.274 jiwa.
"Kecamatan Tambak 9.648 pengungsi itu sudah mengungsi di lokasi aman gempa. Terdiri 2.952 anak-anak, 5.509 dewasa dan 1.187 lansia," rincinya.
Baca juga: Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Pangandaran Saat Subuh, Getaran Terasa hingga Garut dan Tasikmalaya
Sementara di Kecamatan Sangkapura, ada 17.274 pengungsi, terdiri dari 6.203 anak-anak, 8.563 dewasa dan 2.508 lansia.
Editor : Narendra Bakrie
