Rumahnya Masih Terendam Banjir, Ratusan Warga di Pasuruan Mengungsi

Rumahnya Masih Terendam Banjir, Ratusan Warga di Pasuruan Mengungsi © mili.id

Pengungsian warga korban banjir di Pasuruan (Foto: Dofir/mili.id)

Pasuruan - Ratusan warga Dusun Bandaran, Desa Jarangan, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan korban banjir terpaksa mengungsi.

Kepala Desa Jarangan, Mukminin mengatakan, ada 165 kepala keluarga yang rumahnya tergenang banjir dan belum bisa ditempati.

Baca juga: Dukung Asta Cita Presiden, Polsek Puspo Panen Jagung Bersama Petani

"Kalau dihitung secara keseluruhan, laki-laki, perempuan dan anak-anak kurang lebih hampir 500 orang yang berada di tempat pengungsian," beber Mukminin, Senin (9/12/2024).

Mukminin menyebut bahwa banjir yang merendam wilayahnya tahun ini merupakan banjir terbesar yang pernah terjadi.

"Setiap musim hujan, khususnya di Dusun Bandaran ini pasti banjir. Namun tidak separah ini. Banjir tahun ini yang paling besar, ketinggiannya mencapai pusar orang dewasa," bebernya.

Mukminin juga membeberkan bahwa selain pemukiman warga, banyak tanggul yang jebol, serta puluhan hektar sawah dan tambak warga juga terendam banjir.

Baca juga: Tak Hanya Jaga Kamtibmas, Bhabinkamtibmas di Tutur Ikut Rawat Ladang Jagung Warga

"Banyak juga tanggul yang jebol akibat derasnya air, dan ada sekitar 50 hektar sawah dan tambak warga yang juga terendam banjir," ungkapnya.

Untuk kerugian yang disebabkan banjir tersebut, Mukminin belum mengetahui pasti jumlahnya.

Namun jika dihitung secara keseluruhan, mulai dari kerusakan pemukiman, kerusakan jalan, hingga puluhan hektar sawah dan tambak, kemungkinan mencapai ratusan hingga miliaran rupiah.

Baca juga: Polisi Turun ke Sawah, Pantau Tanaman Hortikultura demi Ketahanan Pangan Nasional

Mukminin mengatakan bahwa warganya sudah empat hari berada di tempat pengungsian berupa tenda sementara.

"Kami masih belum tahu berapa hari air nanti akan surut. Semoga cepet surut," pungkasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait