Banjir Rendam 1.579 Rumah di Kota Serang, 501 Warga Mengungsi

Banjir Rendam 1.579 Rumah di Kota Serang, 501 Warga Mengungsi © mili.id

Mili.id - Kota Serang, Banten, dilanda banjir akibat cuaca ekstrem yang terjadi sejak Minggu (11/1). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang mencatat sebanyak 1.579 rumah terendam banjir dan 501 warga terpaksa mengungsi.

Dilansir dari Antara, Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, mengatakan banjir memiliki ketinggian air bervariasi, mulai dari 30 hingga 120 sentimeter. Total warga terdampak mencapai 6.105 jiwa dari 1.658 kepala keluarga.

Baca juga: Tinjau Cawang, Gubernur DKI Percepat Pembebasan Lahan untuk Kendalikan Banjir Jakarta

“Sebanyak 501 warga harus mengungsi karena air cukup tinggi dan membahayakan permukiman,” ujar Diat, Selasa.

Banjir terjadi di enam kecamatan, yaitu Curug, Cipocok Jaya, Serang, Kasemen, Walantaka, dan Taktakan. Wilayah terdampak paling parah berada di Lingkungan Tanggul Jaya, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen, dengan ketinggian air mencapai 120 sentimeter. Di lokasi tersebut, 167 warga mengungsi.

Baca juga: Hujan Empat Jam Guyur Surabaya, Belasan Titik Tergenang hingga Setengah Meter

Selain itu, pengungsian juga terjadi di Lingkungan Gelam Timur, Kelurahan Banjar Agung, Kecamatan Cipocok Jaya sebanyak 200 jiwa, serta di Kelurahan Panancangan sebanyak 50 jiwa. BPBD telah mendirikan tenda pengungsian di sejumlah titik untuk menampung warga terdampak.

Cuaca ekstrem juga menyebabkan sembilan kejadian pohon tumbang yang menutup jalan dan merusak bangunan. Sebanyak 15 rumah dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat angin kencang.

Baca juga: Banjir dan Longsor Terjang Sigi

Saat ini, BPBD Kota Serang terus melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan. Meski kondisi cuaca terpantau cerah berawan, petugas tetap disiagakan untuk membantu evakuasi dan pembersihan.

BPBD mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca, terutama warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor.

Editor : Redaksi



Berita Terkait