Budidaya lele di Lapas Mojokerto (Foto: Istimewa)
Mojokerto, mili.id - Suara percikan air kolam bercampur riuh canda warga binaan mewarnai pagi di Lapas Kelas IIB Mojokerto.
Di balik tembok tinggi yang kokoh, kehidupan terus berdenyut dengan aktivitas yang jauh dari kesan kaku: budidaya ikan lele.
Baca juga: Residivis Curanmor Ditangkap Saat Berburu Target, Polisi Ungkap Empat Lokasi Aksi Pelaku
Kegiatan ini merupakan bagian dari program SAE (Sarana Asimilasi dan Edukasi) yang rutin dilaksanakan Lapas Mojokerto.
Di sini, warga binaan mendapatkan kesempatan untuk belajar, berlatih, dan menyiapkan masa depan.
Kolam-kolam lele yang dikelola warga binaan menjadi ruang pembelajaran praktis. Mereka bertanggung jawab mulai dari penebaran benih, pemberian pakan, hingga merawat kualitas air. Semua dilakukan dengan pendampingan petugas Lapas agar berjalan sesuai prosedur.
Kepala Lapas Mojokerto, Rudi Kristiawan menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki nilai lebih dari sekadar produktivitas.
Baca juga: Kapolres Mojokerto Kota Ajak Ojol, PKL dan Tukang Becak Jadi Mitra Menjaga Kondusivitas Kota

"Melalui kegiatan rutin ini, warga binaan mendapatkan bekal keterampilan yang bisa dimanfaatkan setelah bebas nanti. Program ini sejalan dengan komitmen Lapas Mojokerto dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus membekali mereka dengan keahlian mandiri,” ujar Rudi, Selasa (30/9/2025).
Hasil panen lele tidak hanya digunakan untuk konsumsi dapur lapas, tetapi sebagian juga berpotensi dipasarkan. Dengan begitu, kegiatan ini menghadirkan manfaat ganda: memenuhi kebutuhan internal sekaligus membuka peluang ekonomi.
Baca juga: Polres Mojokerto Kota Antisipasi Dini Peredaran Vape Narkoba, Gandeng Vape Store hingga Sekolah
Selain itu, aktivitas budidaya juga menjadi terapi positif. Bekerja dengan alam membantu warga binaan menumbuhkan rasa tanggung jawab, kesabaran, dan kemandirian.
Program SAE budidaya lele menjadi bukti nyata bahwa Lapas bukan hanya tempat menjalani hukuman, tetapi juga sarana pembinaan. Warga binaan diajak untuk produktif, sehat, dan siap berkontribusi kembali ke masyarakat setelah masa tahanan berakhir.
Dengan langkah sederhana dari kolam lele, Lapas Mojokerto menunjukkan komitmen dalam mencetak individu yang tidak hanya bebas secara fisik, tetapi juga siap merdeka secara ekonomi.
Editor : Narendra Bakrie
