Surabaya, mili.id – Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim gelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemanfaatan Bantuan Pemerintah Sarana Digitalisasi Pembelajaran Jenjang SMK Tahun 2025 Tahap 5 di Surabaya. Kegiatan ini sebagai wujud komitmen dalam menghadirkan pendidikan bermutu di Jatim melalui pemanfaatan teknologi digital.
Kegiatan ini tindak lanjut dari program pemerintah pusat dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya dalam bidang pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan.
Baca juga: Surabaya Jadi Pilot Project Aplikasi Perlinsos, Verifikasi Bansos Kini Hanya 15 Menit
Diketahui, para peserta berasal dari para guru sekolah penerima bantuan perangkat digitalisasi pembelajaran. Mereka mendapatkan arahan teknis terkait pemanfaatan sarana digital untuk mendukung proses belajar mengajar yang lebih efektif, interaktif, dan relevan dengan tuntutan zaman.
Acara Bimtek berlangsung interaktif, dengan sesi presentasi, diskusi, hingga praktik langsung terkait pemanfaatan perangkat digital untuk pembelajaran. Para guru penerima bantuan tampak antusias mengikuti kegiatan, karena materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan pembelajaran masa kini.
Sebagai informasi kegiatan ini dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Ir. Moch. Abduh, MS.Ed, Ph.D, Inspektur Satu Irjen Kemendikdasmen, Subiyantoro, serta Kabid PPSMK Dindik Jatim, Anny Saulina. Selai itu, Direktur SMK, Ari Wibowo Kurniawan, turut memberikan arahan melalui sambungan zoom, dan Kasubag Tata Usaha Direktorat SMK, Meidhi Alkibzi juga ikut hadir mendampingi kegiatan.
Dalam sambutannya, Kadindik Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa digitalisasi adalah kunci menuju pendidikan bermutu di Jawa Timur. Aries menekankan bahwa guru harus mampu menjadi tenaga pendidik yang adaptif, inovatif, dan menguasai teknologi agar proses pembelajaran semakin bermakna.
“Tenaga pendidik yang hebat adalah guru yang adaptif dan mampu mengaplikasikan teknologi dalam pembelajaran. Mari kita manfaatkan teknologi dengan optimis, agar Jawa Timur dapat menjadi barometer pemanfaatan teknologi di dunia pendidikan,” ujar Aries.
Aries berkeyakinan bahwa Jawa Timur siap menjadi pionir dalam penerapan digitalisasi pendidikan. Sehingga pemanfaatan teknologi akan membuka peluang bagi siswa untuk lebih kreatif, kritis, dan siap menghadapi persaingan global.
Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Ir. Moch. Abduh, MS.Ed, Ph.D, menyampaikan bahwa digitalisasi pembelajaran sejalan dengan kebijakan Deep Learning sebagai salah satu strategi penting dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional.
Baca juga: DPRD Surabaya dan Polrestabes Perkuat Sinergi Jaga Keamanan Kota Jelang HUT RI
“Kebijakan deep learning dan digitalisasi pembelajaran adalah strategi penting untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua. Dengan pemanfaatan sarana digitalisasi, sekolah diharapkan mampu mengembangkan model pembelajaran yang adaptif, interaktif, dan relevan dengan tuntutan zaman,” jelas Abduh.
Abduh menambahkan, pemerintah mendorong sekolah-sekolah agar tidak hanya sekadar menggunakan perangkat digital, tetapi juga mampu menciptakan inovasi pembelajaran berbasis teknologi.
"Dengan demikian, peserta didik akan terbiasa dengan ekosistem digital yang mendukung kreativitas dan kolaborasi," imbuhnya.
Sedangkan, Inspektur Satu Irjen Kemendikdasmen, Subiyantoro, dalam arahannya mengingatkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pemanfaatan bantuan sarana digitalisasi.
"Setiap perangkat yang diberikan pemerintah harus benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan mutu pembelajaran, bukan sekadar formalitas," kta Subiyantoro.
Baca juga: Sidoarjo Genjot PAD Pasar Lewat Digitalisasi hingga Revitalisasi
Dukungan juga datang dari Direktur SMK, Ari Wibowo Kurniawan, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan sekolah.
"Kami berharap Bimtek ini tidak hanya menjadi forum pelatihan, tetapi juga ruang untuk berbagi praktik baik antar sekolah penerima bantuan," ungkap Ari.
Sementara itu, Kabid PPSMK Dindik Jatim, Anny Saulina, menegaskan sebagai tindaklanjut hasil Bimtek akan diwujud dengan program konkret di lapangan. Guru-guru peserta Bimtek nantinya diminta untuk melaporkan implementasi dan hasil pendampingan yang telah dilakukan, sehingga manfaat program dapat dirasakan secara nyata di sekolah masing-masing.
"Melalui kegiatan ini, diharapkan sekolah-sekolah di Jawa Timur semakin siap menyongsong era digital. Dengan guru yang adaptif, teknologi yang tepat guna, serta dukungan kebijakan pemerintah, Jawa Timur optimis dapat mewujudkan pendidikan bermutu yang menjadi teladan bagi provinsi lain di Indonesia," urai Anny.
Editor : Fahrizal Tito
