Mahasiswa KKN Unair Luncurkan Mispo Solusi Pakan Ternak Ramah Lingkungan

Mahasiswa KKN Unair Luncurkan Mispo Solusi Pakan Ternak Ramah Lingkungan © mili.id

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unair meluncurkan MISPO di Desa Raci Kulon, Kecamatan Sidayu, Gresik

Gresik, mili.id - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Airlangga yang bertugas di Desa Raci Kulon, Kecamatan Sidayu, Gresik, meluncurkan program inovatif Maggot Inovatif Solusi Pakan Ternak dari Sampah Organik (MISPO). Program ini bertujuan untuk mengenalkan budidaya maggot sebagai alternatif pakan ternak yang efisien dan ramah lingkungan.

Maggot, yang kini semakin populer sebagai bahan pakan ternak, masih dianggap rumit untuk dibudidayakan oleh sebagian orang. Oleh karena itu, mahasiswa dari Kelompok KKN Belajar Bersama Komunitas 6 melakukan sosialisasi untuk menjelaskan secara langsung tahapan siklus hidup maggot serta cara pembudidayaannya.

Baca juga: Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, PLN Berikan Apresiasi atas Dedikasi Polres Gresik dalam Menjaga Keamanan dan Mendukung Pelayanan Kelistrikan

Sosialisasi ini diselenggarakan di Balai Desa Raci Kulon dengan dihadiri oleh masyarakat setempat yang sebagian besar bekerja sebagai peternak, petani, dan pelaku usaha tambak.

Wigi Utami, mahasiswa dari Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin yang memandu kegiatan ini, menjelaskan manfaat besar yang bisa diperoleh dari budidaya maggot. “Maggot itu praktis dan mudah dirawat. Pakan maggot bisa berasal dari sampah organik, jadi yang perlu disiapkan hanya tempat tinggalnya. Sampah rumah tangga bisa langsung dibuang di tempat tersebut dan maggot akan mengurai sampah itu,” ujar Wigi.

Baca juga: Demi Menjadi Ahli Gizi, Mahasiswi Asal Kalimantan Utara Rela Lepas Status Kuliah di Semarang demi Unair

Wigi juga menambahkan bahwa maggot tidak hanya dapat digunakan sebagai pakan ternak, tetapi juga dapat diolah menjadi pupuk cair. “Maggot yang sudah dewasa bisa disangrai dan dihancurkan untuk dicampurkan ke pakan ternak. Jika ingin dijadikan pupuk cair, maggot bisa dicampurkan dengan cairan EM4,” jelasnya.

Budidaya maggot, menurut Wigi, memiliki biaya yang terjangkau dan cukup sederhana. "Yang dibutuhkan hanya tempat tinggal maggot dan telur maggot. Selain itu, manfaatnya bagi peternakan sangat luar biasa karena maggot merupakan sumber protein yang baik untuk hewan ternak dan budidaya ikan,” tambahnya.

Baca juga: Pakar Unair: Serbuan Wisatawan Asing Bukan Penyelamat Rupiah, Melainkan Peluang Emas Pariwisata Indonesia

Sebagai langkah konkret untuk mendorong implementasi program ini, mahasiswa KKN juga membagikan maggot kepada warga desa yang hadir. Harapannya, warga dapat memulai budidaya maggot secara mandiri dan menjadikan program ini sebagai solusi keberlanjutan bagi pakan ternak mereka.

Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Desa Raci Kulon dapat mengadopsi dan mengembangkan budidaya maggot, sehingga program ini tidak hanya menjadi solusi pakan ternak yang berkelanjutan, tetapi juga berkontribusi dalam pengelolaan sampah organik di tingkat desa.

Editor : Redaksi



Berita Terkait