UM Surabaya Ajak 84 Guru SD di Surabaya Ciptakan Karya Digital AI dan Coding

UM Surabaya Ajak 84 Guru SD di Surabaya Ciptakan Karya Digital AI dan Coding © mili.id

UM Surabaya Ajak 84 Guru SD di Surabaya Ciptakan Karya Digital AI dan Coding (Foto: Rachmad FT/mili.id)

Surabaya, mili.id - Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya mengajak 84 guru dari beberapa Sekolah Dasar (SD) di Surabaya mengikuti pelatihan 5 Hari Belajar Coding dan AI.

Pelatihan digelar UM Surabaya, berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Baca juga: PKS Semprot OPD Surabaya, Respons Lambat Dinilai Hambat Pelayanan Publik

Setelah mengikuti latihan, 84 guru itu berhasil membuat 30 produk game edukatif yang terintegrasi dengan mata pelajaran matematika dan IPA.

30 karya digital hasil eksplorasi bidang kecerdasan buatan (AI) dan pemrograman para guru itu dipamerkan di Gedung G Teater 7 UM Surabaya, Jumat (11/7/2025).

Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, dan Digitalisasi UM Surabaya, Radius Setiyawan menjelaskan bahwa pelatihan itu bertujuan meningkatkan kapasitas guru dalam merancang media pembelajaran interaktif berbasis teknologi.

"Sebagai hasil akhir, para guru mempresentasikan lebih dari 30 produk game edukatif yang terintegrasi dengan mata pelajaran seperti Matematika dan IPA, menggunakan platform Scratch yang ramah untuk pemula," ungkap Radius.

Baca juga: Saksi: Ranto dan Agustin Yakinkan Investasi, Rp5 Miliar Masuk Rekening Perusahaan

Produk-produk tersebut langsung diuji coba oleh siswa SD untuk mengukur efektivitas dan daya tariknya di ruang kelas.

"Meski sebagian besar peserta tidak berlatar belakang IT, mereka mampu menghasilkan karya inovatif yang dekat dengan dunia anak," ujar Radius.

Ia menambahkan bahwa hal ini menunjukkan semangat para guru dalam mengikuti perkembangan teknologi.

"Ternyata, meskipun usia guru-guru kita tidak masuk kategori milenial, tetapi kemampuan untuk codingan dan menggunakan AI cukup cepat," sambung Radius.

Baca juga: DPRD Desak Pemkot Mediasi Polemik Kos Empat Lantai Mulyorejo

Sementara Kepala Lembaga Digitalisasi Teknologi Informasi (LDTI) UM Surabaya, Lukman Hakim menegaskan bahwa program ini akan berlanjut secara berkala setiap semester dan diintegrasikan dengan kalender akademik sekolah.

"Kita integrasikan dengan jadwal yang ada di kampus dan juga sekolah. Sehingga, kita akan implementasikan di situ dan memang sesuai dengan Kementerian Dikdasmen," tandas Lukman.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait