Batik Maronggi Situbondo, Jawaban atas Tantangan Bupati Mas Rio

Batik Maronggi Situbondo, Jawaban atas Tantangan Bupati Mas Rio © mili.id

Bupati Mas Rio bertemu para pembatik yang membuat Batik Maronggi Situbondo

Situbondo, mili.id - Motif batik bertema maronggi atau daun kelor berhasil digarap, sekaligus menjawab tantangan Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo (Mas Rio).

Batik maronggi dikerjakan Paguyuban Batik Situbondo. Karya batik khas Situbondo tersebut diperkenalkan dalam pertemuan antara Mas Rio dan para pembatik.

Baca juga: Haidar Nejad Kenalkan Kampoeng Djahdoel Batik Semarang ke HIPMI PT ITB

Mas Rio mengapresiasi kreativitas dan semangat para pembatik yang dinilainya mampu membawa UMKM lokal naik kelas.

"Senang sekali. Setelah kita kasih tantangan, ternyata paguyuban ini mampu menyelesaikan batik maronggi ini," ujar Mas Rio, Senin (26/5/2025).

Menurutnya, motif maronggi memiliki keunikan desain dan warna yang kaya, terinspirasi dari daun kelor yang banyak ditemukan di hampir seluruh desa di Situbondo.

"Ini bagian dari usaha Pemkab Situbondo mendukung UMKM naik kelas. Kita punya banyak pengrajin yang berpotensi. Mari sama-sama menggunakan batik maronggi, sebuah identitas asli Situbondo," terang Mas Rio.

Mas Rio juga mengajak para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Situbondo, untuk turut serta menggunakan batik maronggi dalam kegiatan formal.

"Bupatinya menggunakan batik maronggi, masak para ASN tidak?" bebernya.

Sementara Ummi Salamah, perwakilan dari Paguyuban Batik Situbondo menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian pemerintah daerah terhadap para pembatik lokal.

Baca juga: Komitmen Bersih Narkoba, Kapolres Situbondo Jalani Tes Urine bersama PJU dan Kapolsek Jajaran

"Alhamdulillah, insyaAllah ke depannya kami yakin batik Situbondo akan terus dipakai oleh seluruh masyarakat Situbondo," ujarnya.

Ummi Salamah menjelaskan bahwa tantangan dari Bupati Mas Rio mendorong para pengrajin untuk lebih kreatif dalam mengembangkan motif dan variasi warna.

"Mas Bupati menantang kami para pengrajin batik untuk mendesain berbeda-beda motif dan warna, kaya warna. Salah satunya adalah batik maronggi naik kelas," jelas dia.

Soal harga, batik marongghe dibanderol beragam, mulai dari Rp200.000 hingga Rp700.000 per lembar.

"Karena memang kainnya berbeda, bahannya berbeda," kata Ummi.

Baca juga: Kapolres Situbondo dan Kasat Polairud Raih Penghargaan Africa Van Java Awards 2026

Ummi menambahkan bahwa harga bisa disesuaikan sesuai permintaan konsumen.

"Kalau ada request harga bervariatif, monggo. Kami siap melayani untuk Situbondo naik kelas," bebernya.

Keberhasilan ini menjadi salah satu langkah nyata Pemkab Situbondo, dalam mengangkat potensi lokal dan memperkuat identitas daerah melalui produk batik khas Situbondo.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait