Mendaki Gunung Saeng Bondowoso, Pelajar Jember Jatuh ke Jurang Kedalaman 150 Meter

Mendaki Gunung Saeng Bondowoso, Pelajar Jember Jatuh ke Jurang Kedalaman 150 Meter © mili.id

Tim SAR melakukan pencarian remaja Jember yang dilaporkan hilang di Gunung Saeng Bondowoso.(Atta Hatta/Mili.id)

Jember, mili.id -Fahrul Hidayatullah alias Baim (18), dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Saeng, Bondowoso, Jawa Timur, Kamis (1/5/2025) kemarin. Korban jatuh ke jurang sedalam kurang lebih 150 meter, hingga kini Tim SAR Gabungan belum bisa mengevakuasi korban karena terkendala cuaca.

Gunung Saeng diketahui memiliki ketinggian 1.559 MDPL terletak di Desa Sumber Waru, Binakal, Bondowoso, Jawa Timur, dan gunung ini berada di gugusan Pegunungan Argopuro sisi timur.

Baca juga: BNI Sudah Laporkan Kasus KUR Jember 441 M Sejak 2024

"Jadi korban ditemukan dan sempat dievakuasi oleh Tim SAR gabungan, namun terkendala masalah cuaca hujan dan medan yang tidak gampang. Sehingga diputuskan untuk besok dilanjutkan kembali," kata Koordinator Pos Basarnas Pos SAR Jember Andi Irawan saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Jumat (2/5/2025).

masih menurut Andi jika posisi korban sekarang berada di jurang kurang lebih kedalaman 150 meter, namun kondisi korban belum bisa dipastikan (terluka atau tidak), karena korban belum berhasil kami evakuasi..

Baca juga: Kejati Jatim Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi KUR BNI Jember, Kerugian Negara Capai Rp41,4 Miliar

Dipaparkan Andi jika sebelumnya korban mendaki Gunung Saeng bersama dengan 4 orang temannya yang kini sudah dimintai keterangan.

Kabar musibah yang menimpa korban ini juga sudah sampai ke pihak sekolah, dan hal itu dibenarkan oleh Waka Kesiswaan SMKN 5 Jember, Juman. Bahkan Juman memaparkan tidak hanya korban, tapi empat pendaki lainnya yang bersama korban juga tercatat sebagai anak didiknya di bangku kelas 11.

Baca juga: AstonRun 2026 Perkuat Jember Sebagai Destinasi Sport Tourism

"Mereka dari satu komunitas Pramuka, dan dari keterangan pembina Pramuka di sekolah jika mereka berangkat tidak ada koordinasi (tanpa izin), dengan sekolah maupun pembinanya. Untuk peserta yang ikut yakni tiga laki-laki dan dua perempuan," papar Juman saat dikonfirmasi terpisah di SMKN 5 Jember.

 

Editor : Aris S



Berita Terkait