Kegiatan Danantara Indonesia 2025 (Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
Jakarta, mili.id - Pemerintah mengambil langkah tegas dalam memperkuat tata kelola perusahaan negara, salah satunya dengan melakukan evaluasi komprehensif Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani mengatakan bahwa evaluasi ini dilakukan sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan seluruh jajaran BUMN memiliki visi dan misi yang sejalan.
Baca juga: Pembentukan DSI Dinilai Jadi Angin Segar Bursa Saham Indonesia
"Evaluasi ini kita lakukan tidak hanya dengan Danantara sendiri, tapi tentunya kami juga akan mengevaluasi bekerja sama dengan advisor dalam maupun luar negeri, dalam rangka meningkatkan baik dari segi kompetensi, meningkatkan dari segi kepatutan dan juga komitmen serta karakter," terang Rosan dalam keterangannya, Jumat (2/5/2025).
Sementara itu, dalam laporannya, Rosan menyebut ada sebanyak 844 BUMN telah resmi menjadi bagian dari Danantara.
Ia menekankan bahwa Danantara adalah penjabaran dari pasal 33 UUD 1945 yang menekankan bahwa perekonomian Indonesia disusun berdasarkan asas kekeluargaan.
"Perekonomian Indonesia disusun, bukan tersusun. Tersusun kita menyerahkan kepada mekanisme pasar sepenuhnya. Kita menghormati mekanisme pasar, tetapi juga pemerintah berhak mengintervensi apabila mekanisme pasar itu sudah jauh melenceng daripada kepentingan nasional dan juga pembangunan nasional ke depan," jelas dia.
Baca juga: PT Danantara Jadi Gerbang Ekspor SDA Nasional
Selain itu, lanjut Rosan, kehadiran Danantara menjadi tonggak penting dalam memperkuat kemandirian ekonomi nasional. Hal ini menjadi penting di tengah meningkatnya tensi geopolitik dan geoekonomi dunia.
"Danantara hadir dalam waktu yang sangat tepat. Kenapa? Karena kalau kita lihat pada akhir-akhir ini tensi dari geopolitik, geoekonomi dunia yang sudah makin meningkat tajam, menyadarkan banyak bangsa di dunia ini bahwa kita harus bersandar kepada kekuatan ekonomi kita sendiri," ungkap dia.
Rosan menggarisbawahi pentingnya membangun sinergi untuk membentuk Indonesia Incorporated.
Baca juga: Pemerintah Tata Ulang 180 BUMN, Ada yang Merger hingga Dibubarkan
Dalam mencapai visi besar tersebut, pihaknya mendorong seluruh jajaran Danantara dan BUMN dapat berpegang teguh pada tiga prinsip yakni karakter, kompetensi, dan komitmen.
"Semoga kehadiran Danantara dengan lembaran baru bersama-sama dengan BUMN ini bisa memberikan asas manfaat dan positif yang luar biasa. Tidak hanya kepada perekonomian Indonesia, tetapi juga kepada seluruh rakyat, bangsa, dan Tanah Air yang kita cintai," tandasnya.
Editor : Achmad S
