Momen megengan di Lapas Mojokerto (Foto: Nana/mili.id)
Mojokerto, mili.id - Ratusan warga binaan Lapas Mojokerto menyantap nasi padang dalam acara megengan sambut puasa Ramadan 2025.
Mereka duduk bersila, tertata rapi di masing-masing barisan di lapangan blok hunian lapas yang berdiri 1918 silam itu, sejak pukul 05.30 WIB, Kamis (27/2/2025).
Baca juga: BPBD Mojokerto Mulai Distribusi Air Bersih ke Tiga Desa Terdampak Kemarau, Layani 2.776 KK
Sesekali terlihat mereka saling bercengkarama, sembari menanti pembagian nasi padang yang dibungkus sederhana.
Megengan sendiri merupakan tradisi masyarakat Jawa yang dilakukan menjelang bulan ramadan. Dan diketahui hasil perpaduan budaya Jawa dan Islam yang diwariskan Wali Songo.
Kalapas Mojokerto, Rudi Kristiawan mengaku bahwa tradisi megengan ini ia inisiasi langsung. Ini untuk menciptakan suasana kekeluargaan maupun kebersamaan di dalam Lapas.
"Dalam rangka doa bersama dan menyambut Ramadan 1446 Hijriah, atau biasanya disebut megengan. Dan kami berikan serentak sarapan untuk 963 WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan)," terang Rudi kepada mili.id.
"Kami ingin memberikan pelayanan layaknya mereka di rumah, jadi ketika di rumah itu sebelum puasa ada megengan. Dan dapat dilihat bersama, kebersamaan ini kami gaungkan betul agar mereka saling memiliki," tambah mantan Karutan Situbondo itu.
Baca juga: Warga Kunjorowesi Bertahan dengan Mandi Sekali Sehari, Air Bersih Diprioritaskan untuk Memasak
Kenapa Nasi Padang untuk sajian megengan? Rudi mengaku, keinginan untuk menghadirkan momen megengan saat para WBP di rumahlah yang membuat dirinya memilih nasi padang untuk disantap bersama.
"Kami sengaja lain dari biasanya. Biasanya dari dapur (lapas). Jadi biar mereka bisa merasakan masakan dari luar," bebernya.
Momen megengan serentak ratusan WBP lainnya ini menjadi penyemangat dalam menyambut dan menjalankan ibadah puasa secara bersama-sama.
Salah satunya yang dirasakan WBP, Dana Arofi yang mengaku, akhirnya bisa merasakan momen kebersamaan menyambut ramadan layaknya seperti di rumah.
Sebab ia bersama ratusan WBP lainnya, serta Kalapas dan jajaran Lapas Mojokerto bisa duduk bersama dalam megengan untuk menyantap nasi padang.
"Beliaunya (Kalapas) baru dua minggu, tapi seperti bisa merasakan perasaan kita. Momen seperti ini momen bersama keluarga, dan Bapak Kalapas tau bisa mengumpulkan bersama WBP dan petugas di sini," ungkap Dana.
Editor : Narendra Bakrie
