Sidoarjo, mili.id - Meninggalnya Legenda Persebaya Bejo Sugiantoro menciptakan duka mendalam bagi dunia sepak bola Tanah Air, tak terkecuali Rachmat Irianto.
Rachmat Irianto adalah anak pertama Bejo Sugiantoro yang kini bermain untuk Persib Bandung.
Baca juga: Persebaya Taklukkan PSIM 3-0, Rachmat Irianto Cetak Gol dari Lini Belakang
Dengan bantuan tongkat karena cedera yang membekapnya, Rachmat Irianto mengantarkan ayahnya ke tempat peristirahatan terakhir, di TPU Geluran, Taman, Sidoarjo pada Rabu (26/2/2025) pagi.
Meski awalnya tampak tegar saat melepas ayahnya untuk selamanya, air mata Rachmat Irianto tak terbendung. Dia sempat duduk lama, sambil menundukkan kepala, di samping pusara ayahnya.
Sebelumnya, pesepakbola berumur 25 tahun ini lah yang mengazani dan memberikan iqomah untuk jenazah sang ayah sebelum dikebumikan.
Anton, kakak ipar Bejo Sugiantoro mengaku kaget mendengar kabar meninggalnya legenda Timnas Indonesia itu.
"Kebetulan, orangtuanya juga dimakamkan di sini. Kami semua terkejut saat mendengar kabar ini," ungkap Anton.
Menurutnya, sosok Bejo tak hanya disiplin di lapangan hijau. Ketika di rumah, hal itu juga diterapkan kepada anak-anaknya.
Baca juga: Rachmat Irianto Kembali ke Pangkuan Persebaya: Aku Moleh Rek!
"Almarhum itu sangat disiplin, baik di rumah maupun terhadap anak-anaknya. Dia sosok yang sangat baik, dan hubungan keluarga kami juga sangat dekat," ungkapnya.
Selama ini, Bejo tidak pernah mengeluhkan sakit, termasuk terkait masalah jantung yang menjadi penyebab meninggalnya.
"Almarhum tidak pernah mengeluh soal kesehatannya. Bahkan kemarin, saat tahun baru, dia masih bercerita tentang menjaga kesehatan dan staminanya dengan baik," tambahnya.
Bejo Sugiantoro merupakan pesepakbola kelahiran Sidoarjo, 2 April 1977. Namanya besar bersama klub kebanggaan arek-arek Suroboyo, Persebaya.
Baca juga: Bejo Sugiantoro Libero Terbaik Memberikan Warisan Sepakbola Indonesia
Dia meninggal di umur 47 tahun, tepat pada 25 Februari 2025, ketika fun football bersama teman-temannya di Lapangan SIER, Surabaya.
Sekitar pukul 16.50 WIB, Bejo tiba-tiba jatuh dan tidak sadarkan diri. Tim SIER dengan cepat membawanya ke Rumah Sakit Royal, tak jauh dari Lapangan SIER.
Namun setelah sempat mendapatkan penanganan darurat medis, Bejo Sugiantoro dinyatakan meninggal dunia, diduga karena serangan jantung.
Editor : Narendra Bakrie
