Cerita Sekuriti Tempat Wisata di Surabaya, Diganggu Makhluk Halus

Cerita Sekuriti Tempat Wisata di Surabaya, Diganggu Makhluk Halus © mili.id

Ilustrasi

Surabaya, mili.id - Seorang sekuriti berinisial RN, yang bekerja di sebuah tempat wisata di wilayah Surabaya Timur, membagikan sekelumit ceritanya kepada milikindonesia.id terkait gangguan makhluk halus dialaminya ketika baru memasuki kerja.

RN merupakan seorang pemuda asal Surabaya, ia bekerja sebagai sekuriti sejak Januari 2024 dan mendapat penempatan jaga di sebuah tempat wisata yang legendaris di Kota Pahlawan ini.

"Hampir satu tahun sebagai sekuriti, kerja sejak Januari 2024. Awal kerja, saya diberi tanggungjawab jaga areal kolam di salah satu tempat wisata di Surabaya," katanya mengawali pembicaraan.

Pemuda ini di awal kerja lebih banyak berjaga di malam hari atau shift tiga. Sebagai junior, tentunya ia tak bisa berbuat banyak dan mematuhi perintah atasannya. Hari pertama kerja memang tak mendapat gangguan.

"Memasuki tiga hari kerja itu sudah dapat kenalan istilahnya di kolam renang. Itu sekitar jam 18.00 WIB, waktu maghrib menjelang adzan," lanjutnya.

Saat itu, suasana kolam renang sudah tak ada pengunjung dikarenakan tempat wisata ini sudah tutup. Untuk memastikan tak ada pengunjung tertinggal, ia patroli berkeliling seorang diri.

"Pas dekat dengan kolam, tiba-tiba punggung saya kayak ditahan sampai satu menitan, saya gak bisa gerak. Gaktau siapa yang nahan, gak ada orang sama-sekali," jelasnya.

Setelah mendapat gangguan pertama ini, RN tentu saja sangat kaget dan itu cukup mengguncang mentalnya. Waktu pun berlalu, matahari terbit yang sangat ia dambakan akhirnya tiba. Hari itu, ia hanya mendapat gangguan "ditahan makhluk halus". 

Pergantian shift kemudian dilakukan. Usai melaporkan seluruh hasil patroli tiap jam, ia kemudian pulang. Sesampainya di rumah, ia merasakan sakit di punggungnya. Ketika di cek, punggungnya ternyata lebam.

"Punggung saya itu sampai lebam tepat di bagian yang saya rasa seperti ditahan makhluk halus itu. Gak ada bekas tangan, hanya lebam membiru," ungkapnya.

Seketika itu ia merasakan tak enak badan, RN sakit hingga membuatnya satu minggu izin tidak bekerja. Karena lebam berasal dari gangguan makhluk gaib, ia kemudian berangkat ke tukang pijat tradisional.

Sebagai pekerja baru, RN tentunya belum mengetahui banyak titik-titik yang "angker" di areal kolam tersebut. Ia masih "buta" dan meraba-raba, sebab para seniornya masih belum memberitahu dia mana saja titik-titik yang perlu diwaspadai.

"Kemudian di kolam anak-anak, saya patroli malam itu dengar suara kayak anak kecil ramai mainan air. Pas saya senter, ada tiga anak kecil seperti tuyul," paparnya.

RN melihat tiga bocah gaib itu sedang bermain air. Hal itu membuat bulu kuduknya merinding. RN semakin lemas ketika beberapa saat terpaku melihat tuyul ini, tiba-tiba mendengar suara perempuan tertawa melengking.

Suara itu kemudian membuat RN kaget dan reflek menyorotkan senter yang ia genggam di titik sumber suara berasal. Ketika tersorot alat penerangan tersebut, RN melihat seorang perempuan memakai daster putih dengan rambut acak-acakan.

"Kemudian di dekat wahana seluncuran itu juga ada pocong. Jadi di satu tempat saja, itu saya melihat tuyul, kuntilanak dan pocong," jelasnya.

Gangguan tak cukup untuk di kolam renang saja. Saat ia berjaga di dekat ruang CCTV di dekat gerbang masuk wahana, ia sering mencium aroma sedap masakan.  Ketika diikuti, aroma tersebut berasal dari sebuah gudang.

"Waktu jaga CCTV kadang ada bau masakan enak. Tepatnya di tangga yang mengarah ke tempat penyimpanan barang. Sudah pernah saya cek, tapi gak ada orang," sebutnya.

Sementara terkait gangguan suara-suara dari makhluk tak berwujud ini, RN mengaku hampir setiap hari mendengarnya dan hal itu membuatnya terbiasa dan tidak mengurangi sedikitpun nyalinya.

"Kalau suara-suara, ya hampir setiap hari waktu jaga malam. Saya takut ketika makhluk halus ini menampakkan wujudnya dihadapan saya," pungkasnya.

Baca juga: Trailer “Tumbal Proyek” Dirilis, Angkat Misteri dan Duka di Balik Proyek Besar

Editor : Achmad S



Berita Terkait