8.000 Orang Dalam HIV/AIDS, Jember Peringkat 3 Jatim

8.000 Orang Dalam HIV/AIDS, Jember Peringkat 3 Jatim © mili.id

Kepala Dinkes Jember dr Hendro Soelistijono (Atta Hatta/Mili.id)

 

Jember, mili.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember mencatat sebanyak 8.000 warganya berstatus sebagai Orang Dalam HIV/AIDS (ODHA). Jumlah tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinkes Pemkab Jember dr Hendro Soelistijono, sehingga Kabupaten Jember menempati posisi ketiga terkait kasus HIV/AIDS di wilayah Jawa Timur.

Baca juga: BNI Sudah Laporkan Kasus KUR Jember 441 M Sejak 2024

"Kita menempati peringkat ketiga setelah Surabaya dan Sidoarjo. Tapi jumlah tersebut merupakan data kumulatif sejak tahun 2002. Namun memang setiap tahunnya terus meningkat,” ucap dokter Hendro saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Jumat (20/12/2024).

Dengan kondisi tersebut, lanjutnya, Dinkes Jember berupaya untuk melakukan upaya deteksi dini, yang bertujuan untuk mencegah penyebaran yang lebih luas di masyarakat.

“Kalau tidak segera ditemukan, ini ibarat fenomena gunung es. Apa yang terlihat hanya sedikit, padahal jumlah di bawahnya lebih banyak,” katanya.

Dari ungkap kasus tersebut, kata Hendro, diketahui pasien termuda yang terinveksi HIV berusia remaja.

"Identifikasi kami ada yang umur 15 tahun positif HIV. Tentunya kita berupaya penanganan cepat. Untuk memutuskan rantai penyebaran virus ini," ucapnya.

Baca juga: Kejati Jatim Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi KUR BNI Jember, Kerugian Negara Capai Rp41,4 Miliar

"Ini bukan hal mudah. Kami bersama tim berupaya menemukan pasien dan memberikan pengobatan agar penularan bisa dikendalikan," sambungnya.

Terkait penyebaran kasus ODHA tersebut, dokter Hendro, pihaknya enggan menyampaikan secara rinci di wilayah mana saja.

"Intinya ada di Jember. Kemudian untuk tahun 2024. Kami (Dinkes Jember) mencatat ada 600 kasus baru. Ini bukan hal yang membanggakan. Kita berupaya kerjasama tim kesehatan. Untuk penanganan ODHA dilakukan serius. Ini langkah penting agar penyebaran bisa ditekan," ulasnya.

Sementara Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Jember, Rita Wahyuningsih, turut memaparkan data usia pasien HIV-AIDS di Jember.

Baca juga: AstonRun 2026 Perkuat Jember Sebagai Destinasi Sport Tourism

“Pasien termuda yang ditemukan berusia 15 tahun. Namun, kebanyakan ODHA berada pada rentang usia 25-40 tahun,” ujar Rita.

Rita menambahkan, pihaknya tidak melakukan skrining aktif di kalangan pelajar. “Kami

lebih fokus pada sosialisasi dan edukasi sebagai upaya pencegahan,” tandasnya.

Editor : Aris S



Berita Terkait