Petugas KAI melakukan inspeksi jalur kereta api (Foto: Ist)
Surabaya - PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama stakeholder perkeretaapian melakukan inspeksi rel menggunakan kereta api inspeksi (KAIS) di Stasiun Gubeng Surabaya, Rabu (11/12/2024).
Inspeksi dipimpin Direktur Utama PT KAI, Didiek Hartantyo. Ini dilakukan untuk memastikan kelancaran dan keselamatan perjalanan kereta api selama periode angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025.
Baca juga: Rayakan Hari Anak Nasional 2026 Melalui Ruang Berkarya yang Setara di Dafam Pacific Caesar Surabaya
Didiek mengatakan, inspeksi ini ini meliputi jalur utara dan selatan Pulau Jawa. Fokus utama inspeksi untuk memantau kesiapan operasional selama 18 hari masa angkutan Nataru yang berlangsung pada 19 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025.
"Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memastikan kelancaran dan keselamatan perjalanan kereta api selama periode angkutan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025," katanya.

"Kesiapan operasional KAI dalam periode angkutan Nataru ini juga meliputi semua aspek, mulai dari jalur rel, fasilitas stasiun, hingga sarana dan prasarana pendukung," sambung Didiek.
Baca juga: Eri Cahyadi Ancam Tutup Usaha Bandel Soal Pajak Dan Parkir
Menjelang musim hujan yang bertepatan dengan periode angkutan Nataru, KAI telah menyiapkan 777 tenaga tambahan yang terdiri dari penjaga jalan lintas (PJL), petugas pemeriksa jalur (PPJ), dan petugas daerah pantauan khusus (DAPSUS) yang tersebar di area Jawa dan Sumatera.
"Strategi Alat Material untuk Siaga (AMUS) juga diterapkan di berbagai titik strategis untuk mempercepat perbaikan jalur jika terjadi gangguan ataupun bencana alam," terang dia.
Inspeksi ini menjadi bukti komitmen KAI untuk memberikan layanan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat yang bepergian selama liburan Nataru.
Baca juga: Dengan Semangat Kemerdekaan RI, PLN Gencarkan Promo Tambah Daya 50 Persen di Darmo Free Day
KAI berharap dengan persiapan yang matang, perjalanan kereta api selama Nataru dapat berjalan lancar dan aman mengatakan masyarakat sampai ke tempat tujuannya.
Editor : Narendra Bakrie
