Pasukan Inggris tiba di Surabaya (istimewa)
mili.id - Tewasnya Jenderal Mallaby, pemimpin Inggris menjadi cikal bakal pecahnya pertempuran 10 November 1945 hingga jatuhnya Kota Surabaya ke tangan Inggris pada 20 November.
Brigjen AWS Mallaby tewas di tangan arek-arek Surabaya pada 30 Oktober 1945.
Baca juga: ARTOTEL Hayam Wuruk Surabaya Hadirkan "Fraktal", Pameran yang Mengajak Menyelami Bentuk dan Warna
Hal itu bermula ketika Mallaby sedang keliling memberi kabar soal perjanjian tidak adanya tembak menembak, antara pejuang Indonesia dan tentara Inggris di Surabaya.
Namun, arek-arek Suroboyo saat itu tengah mengepung Gedung Internatio, dekat Jembatan Merah, di mana Mallaby melintas. Alhasil, pasukan Inggris yang menjaga Mallaby mengira komandannya dikepung dan menembakkan senjata.
Hal itu disalahpahami para pejuang yang menyebut telah diserang. Mereka balas menembak. Sampai kepada seorang perwira Inggris, Kapten R.C. Smith melemparkan granat ke arah milisi Indonesia.
Namun, granat tersebut meleset dan jatuh tepat di mobil Mallaby. Granat meledak dan mobil terbakar. Akibatnya, Mallaby dan sopirnya tewas di tempat.
Baca juga: Polrestabes Surabaya Amankan 192 Pelaku Kejahatan Jalanan dalam Dua Bulan Operasi
Pemimpin Inggris di Jakarta Letjen Philip Christison yang mendengar kabar itu marah besar hingga melakukan penyerangan dengan mengerahkan 24.000 pasukan untuk menguasai Surabaya.
Inggris mulai membombardir Surabaya dan perang sengit berlangsung terus menerus selama 10 hari.
Dua pesawat Inggris ditembak jatuh pasukan RI dan salah seorang penumpang, Brigadir Jenderal Robert Guy Loder-Symonds terluka parah dan tewas keesokan harinya.
Baca juga: Kejari Surabaya Tangkap Ibu-Anak Buron Korupsi Rp4,75 Miliar, Buron Empat Tahun
20 November 1945, Inggris berhasil menguasai Surabaya dengan korban ribuan orang prajurit tewas.
Lebih dari 20.000 tentara Indonesia, milisi dan penduduk Surabaya tewas. Seluruh kota Surabaya hancur lebur.
Editor : Narendra Bakrie
