Orangtua dan keluarga almarhum Birul terlihat bersedih saat prosesi wisuda Untag Surabaya Ke-129 (Foto: Humas Untag Surabaya)
Surabaya - 1.818 mahasiswa dari berbagai jenjang, mulai diploma hingga doktor mengikuti prosesi wisuda pada rapat senat terbuka Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya Ke-129.
Wisuda kali ini bertema Patriot Optimis Indonesia Emas.
Baca juga: Polrestabes Surabaya Amankan 192 Pelaku Kejahatan Jalanan dalam Dua Bulan Operasi
Momen haru terjadi dalam wisuda yang berlangsung di parkir timur Untag Surabaya, pada Minggu (1/9/2024) itu.
Saat pembawa acara memanggil salah satu nama wisudawan, yaitu Birul Dzakiri, para peserta meneteskan air mata.
Ya, mahasiswa S1 Untag Surabaya tersebut sejatinya mengikuti prosesi wisuda ini. Namun Tuhan berkata lain. Mahasiswa asal Mojokerto itu meninggal karena sakit, belum genap dua bulan lalu.
Akhirnya, almarhum diwakili kedua orangtuanya. Dengan membawa foto dalam pigura, ayah Birul yakni Mustain dan ibunya, Marodik secara perlahan berdiri.
Kerutan di wajah terselip di antara duka yang masih terasa. Kemarin, mahasiswa informatika itu juga genap 40 hari dikebumikan.
Kedua orangtua Birul memasuki area wisuda dan menghampiri rektor Untag Surabaya, Prof Mulyanto Nugroho untuk menyerahkan ijazah Birul kepada kedua orangtuanya.
"Saya atas nama civitas akademika, selaku Rektor menyampailam turut berduka cita, sekaligus selamat atas kelulusan Ananda Birul Dzakiri S.Kom," ucap Rektor Untag Surabaya Prof. Dr. Mulyanto Nugroho.
Baca juga: Kejari Surabaya Tangkap Ibu-Anak Buron Korupsi Rp4,75 Miliar, Buron Empat Tahun

Mendengar ucapan Prof Nug, orangtua Birul matanya berkaca-kaca. Para wisudawan lainnya juga tampak menyeka air mata.
"Ya, saya bangga pada anak saya. Badannya hanya panas saja. Dua kali saya bawa ke mantri, satu kali ke dokter," tutur ayah Birul dengan menahan tangis.
Mustain menjelaskan, dokter baru bisa mengetahui hasil diagnosa, setelah Birul menjalani transfusi darah sebanyak empat kantong. Dokter menyatakan, Birul mengalami infeksi darah.
Salah satu penguji Birul, Supangat mengaku tidak menyangka mahasiswanya pergi begitu cepat. Menurutnya, almarhum Birul adalah sosok yang ceria dan sederhana.
Baca juga: Gerak Cepat Pemkot Surabaya Sidak Gion Spa, Management Kooperatif
"Ceria dia (almarhum Birul). Sederhana dan tidak banyak tingkah," kenang Supangat.
Wakil Dekan I Fakultas Teknik Untag Surabaya ini mengatakan, seperti mahasiswa pada umumnya, Birul juga termasuk sosok yang juga pandai pada akademik. Bahkan almarhum sempat menyelesaikan riset sebagai tugas akhir.
"Dari segi akademik juga pintar dia. Riset yang dilakukan kemarin di daerahnya Mojokerto mengenai sistem pendukung keputusan pemilihan bibit bebek siap telur yang unggul dengan metode simple additive weighting, dan hasilnya bagus," papar Supangat.
Editor : Narendra Bakrie
