Uang palsu yang dicetak oleh pelaku. (Nana/mili.id)
Mojokerto - LK asal Dusun Wonokerto, Desa Windurejo, Kecamatan Kutorejo mengaku sudah 9 kali memproduksi uang palsu (upal) pecahan Rp 50 ribu. Bahkan, ia menjual 20 lembar upal tersebut senilai Rp 300 hingga Rp 350 ribu.
Pria berusia 55 tahun ini juga menjelaskan sudah sejak 6 bulan lalu berinisiatif memproduksi upal di Dusun Mojoranu, Desa Sawo, Kecamatan Kutorejo.
Bahkan, ia menjual upal pecahan Rp 50 ribu sebanyak 20 lembar atau setara senilai Rp 1 juta tersebut mulai dari harga Rp 300 ribu hingga Rp 350 ribu.
"Enam bulan, yah inisiatif sendirilah dari foto. Rp 1 juta (pecahan upal Rp 50 ribu sebanyak 20 lembar) banding Rp 350 ribu, kadang Rp 300 ribu," ujarnya dihadapan awak media saat konferensi pers Polres Mojokerto, Jumat (24/7/2024).
Tak sampai disitu, LK juga menggambar sosok pahlawan di pecahan upal dengan tangannya sendiri. Sebelum akhirnya dicetak menggunakan printer dan disablon.
"Dilukis manual terus di sablon, saya gambar terus setelah itu saya sablon. Baru 9 kali penjualan," ucapnya.
Sementara, Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Nova Indra Pratama menjelaskan, tersangka memproduksi uang pecahan Rp 50 ribu menggunakan bahan baku kertas HVS berukuran 60 gram.
"Dengan cara di lukis secara manual gambar pahlawan seperti pada uang asli," ujar Nova.
Setelah berhasil melukis bergambarkan wajah pahlawan, lanjut Nova, tersangka kemudian menempelkan ke sebuah kertas HVS warna putih dengan ukuran seperti uang asli. Untuk dicetak menggunakan printer.
"Setelah itu dibuatnya logo BI (Bank Indonesia) dan pita garis menggunakan pita aluminium foil," imbuhnya.
Nova menambahkan, tersangka kemudian mengecek kualitas upal tersebut dengan direndam dengan menggunakan air.
"Untuk mengetahui apakah luntur atau tidak, jika lolos dari pengujian tidak luntur maka uang tersebut siap diedarkan," bebernya.
Upal tersebut pun diedarkan oleh tersangka MW sebanyak 9 kali dengan cara berbelanja di sejumlah pasar yang ada di Kediri.
"Apabila ketahuan yang bersangkutan langsung menukar dengan uang asli," pungkasnya.
Baca juga: BULOG Mojokerto Salurkan 810 Ribu Liter MinyaKita, Jaga Harga Tetap Stabil di Tiga Daerah
Editor : Achmad S
