Wow! Jamu Kemasan Produksi Wanita Lulusan SD di Mojokerto Tembus Pasar Ekspor

Wow! Jamu Kemasan Produksi Wanita Lulusan SD di Mojokerto Tembus Pasar Ekspor © mili.id

Siti Maimunah menunjukan jamu kemasan hasil produksinya di rumahnya Desa Brangkal, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto (Foto: Nana/mili.id)

Mojokerto - Bermodal kepercayaan, wanita yang hanya mengenyam bangku sekolah dasar (SD) di Kabupaten Mojokerto ini sukses menjadi pengusaha "Ijaaba", aneka produk kemasan jamu, hingga tembus pasar ekspor.

Wanita itu bernama Siti Maimunah, asal Desa Brangkal, Kecamatan Sooko. Dia memulai usaha rumahannya dengan berjualan jamu cair secara keliling di Tahun 2011.

Baca juga: BPBD Mojokerto Mulai Distribusi Air Bersih ke Tiga Desa Terdampak Kemarau, Layani 2.776 KK

"Awalnya ya kepercayaan, sistem bayar dulu, baru produksi dan kirim (2019). Dulu 2012 jual jamu keliling yang botolan, jamu cair. Sampai Tahun 2018, saya masih jualan keliling di Benteng Pancasila pakai sepeda pancal," ujar wanita berusia 34 tahun itu kepada mili.id, Kamis (18/7/2024).

Setelah pulang umroh Tahun 2022, istri dari Agus Nurhidayatulloh (43) ini lalu mencoba berinovasi mengolah jamu cair menjadi serbuk secara otodidak agar bisa dijual antar daerah. Bahkan, antar negara.

Resep yang diraciknya pun berhasil menemukan kualitas rasa yang pas setelah 7 sampai 8 kali percobaan. Bukan hal yang mudah tentunya agar ibu 3 anak ini menghasilkan produk yang bisa tembus pasar ekspor di Tahun 2019.

"Saya liat cara di medsos malah gagal, akhirnya saya telateni (resep) sendiri. Memang susah-susah gampang. Kebesaran api juga gak bisa, kekecilan juga gak bisa instan ini," tuturnya.

Ia kemudian secara serius mengembangkan bisnis ini, dengan mengurusi semua pendukung usaha jamu kemasannya. Mulai dari izin produksi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), maupun sertifikasi halal.

Hingga akhirnya pertama kali mendapatkan order jamu jahe merah kemasan andalannya dari Arab Saudi dan toko oleh-oleh yang ada di Turki Tahun 2019.

Ditambah lagi kondisi Indonesia mulai terjangkit pandemi di 2020, yang membuat konsumsi jamu kemasan cukup tinggi baik dalam negeri maupun luar negeri.

Baca juga: Warga Kunjorowesi Bertahan dengan Mandi Sekali Sehari, Air Bersih Diprioritaskan untuk Memasak

Hal itu membuat dirinya kewalahan dalam produksi jahe merah hingga mempekerjakan 12 pekerja saat itu.

"Saya merubah yang cair menjadi kering ini. Alhamdulillah berhasil, dan ada orderan dari Arab Saudi, ditambah order dari toko oleh-oleh di Turki. Terus merambah lagi ke pameran di Dubai, pasar Qatar, Sydney. Kirim sedikit-sedikit tapi rutin," bebernya.

Kini dengan empat pekerja, Siti Maimunah bisa memproduksi 600 bungkus jamu kemasan ukuran 250 gram seharga Rp 40.000 per hari. Dengan bahan dasar utama jahe merah yang usianya diatas masa tanam 1 tahun asal petani Pacet sebanyak 50 kilogram.

Bahkan, dia mengepakkan sayap dengan berinovasi varian jamu kemasan hingga belasan resep di akhir masa pandemi. Di antaranya jamu jahe merah susu, jahe serai, temulawak, beras kencur, gula susu aren.

"Kurang lebih saya kembangkan 17 sampai 18 produk jamu kemasan. Harga jualnya Rp 40.000, reseller juga jual segitu yang dibawah naungan distributor di Jakarta, Bekasi," imbuhnya.

Baca juga: Tunggakan Retribusi Pasar Hampir Rp1 Miliar, Pemkab Mojokerto Tempel Stiker Peringatan di Kios Penunggak

Tahun 2022 lalu, inovasi usaha jamu kemasannya mendapatkan juara 1 UMKM berprestasi se Jawa Timur mewakili produk olahan asal Kabupaten Mojokerto.

Lantaran, wanita kelahiran Jombang ini tak hanya mengutamakan profit atau keuntungan semata. Ia rupanya mampu membuat limbah herbal tersebut termanfaatkan untuk pakan ternak.

Yakni, dengan membagikan secara gratis ke peternak bebek, maupun peternak kambing yang membutuhkan ampas rempah-rempah jamu olahannya.

"Penilaiannya gak hanya inovasi produk, ada pengembangan, terus itu tadi (ampas untuk pakan ternak) saya kasihkan aja secara gratis. Katanya peternak kambing yang bisa mengobati kembung atau masuk angin," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait