Wisatawan asal Malang Jadi Korban Jambret di Kota Lama Surabaya Zona Pecinan

Wisatawan asal Malang Jadi Korban Jambret di Kota Lama Surabaya Zona Pecinan © mili.id

Ilustrasi (Image by Freepik)

Surabaya - Wisatawan asal Malang menjadi korban penjambretan di Kota Lama Surabaya, Zona Pecinan Kya-Kya, Senin (8/7/2024) sekitar pukul 21.00 WIB.

Korban yang mengaku berasal dari Malang itu bercerita kepada Kusnan, pemilik kedai makan di wilayah setempat.

Baca juga: Polrestabes Surabaya Amankan 192 Pelaku Kejahatan Jalanan dalam Dua Bulan Operasi

Kepada Kusnan, korban bercerita penjambretan itu dialami ketika dirinya sedang naik becak wisata. Ponsel korban dirampas orang ketika berada di Kya-Kaya.

"Jadi ada dua orang wisatawan dari Malang, makan di warung. Dia cerita 'barusan aku kejambretan mas waktu naik becak wisata' di Kya-Kya, jembatan lurus," ungkap Kusnan dikonfirmasi mili.id, Selasa (9/7/2024).

Setelah ponselnya dirampas, lanjut Kusnan, korban sempat kebingungan. Akhirnya mereka kembali di sekitaran JMP sebelum memutuskan untuk makan di tempat Kusnan.

"Hp Apple yang dijambret. Pelaku mengarah ke Jalan Kapasan. Korban gak cerita ciri pelaku bagaimana, dan pakai motor apa. Mungkin kebingungan itu ya, dia gak bisa hubungi orang-orang," papar Kusnan yang juga aktivis di Surabaya itu.

Menurut Kusnan, di area Kya-Kya saat itu kondisinya sepi. Ditambah di Zona Pecinan Kota Lama Surabaya minim orang berjualan.

Baca juga: Kejari Surabaya Tangkap Ibu-Anak Buron Korupsi Rp4,75 Miliar, Buron Empat Tahun

"Di area Kya-Kya itu memang sepi, gak ada yang jualan," lanjutnya.

Saat ditanya apakah korban sudah melapor kepada pihak yang berwajib, Kusnan tidak mengetahui secara pasti.

"Dia kembali itu mungkin lapor pihak keamanan, Satpol PP di JMP situ. Di situ gak ada polisinya," paparnya.

Baca juga: Gerak Cepat Pemkot Surabaya Sidak Gion Spa, Management Kooperatif

Sementara Kasatpol PP Surabaya, M. Fikser mengaku baru mengetahui kabar itu. Dan kini, pihaknya akan melakukan pengecekan.

"Belum (monitor) Mas, jam berapa kejadiannya? Saya cek dulu ya," tutur Fikser.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait