BPTD Jatim hingga Polisi Gelar Ramcek Kelaikan Bus di Wisata Cimory-Cheng Hoo

BPTD Jatim hingga Polisi Gelar Ramcek Kelaikan Bus di Wisata Cimory-Cheng Hoo © mili.id

BPTD Jatim hingga Polisi Gelar Ramcek Kelaikan Bus di Wisata Cimory-Cheng Hoo (Foto-foto: BPTD Jatim for mili.id)

Pasuruan - Petugas gabungan dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur, Dishub dan Polres Pasuruan menggelar ramcek di wisata Cimory dan kawasan Masjid Cheng Hoo sejak Minggu (16/6/2024).

"Kegiatan ini terus dilakukan salah satunya untuk mengingatkan para pemilik moda transportasi umum seperti bus, agar betul-betul memastikan kendaraannya itu laik jalan. Apalagi sekarang momen libur Hari Raya Idul Adha," terang Kanit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan, Iptu Akhmad Khunaefi, Senin (17/6/2024).

Baca juga: Polres Pasuruan Ringkus Pengedar Sabu di Lumbang, Barang Bukti Disembunyikan di Ikatan Gorden

Khunaefi menjelaskan, pengecekan kendaraan meliputi kondisi, kelaikan fungsi, hingga kelengkapan surat-surat.

Tujuannya tak lain agar setiap kendaraan angkutan yang beroperasi di jalan raya dan membawa banyak penumpang, dipastikan laik jalan.

"Kalau sudah laik jalan, maka potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas juga dapat diminimalisir," jelasnya.

BPTD Jatim hingga Polisi Gelar Ramcek Kelaikan Bus di Wisata Cimory-Cheng HooBPTD Jatim hingga Polisi Gelar Ramcek Kelaikan Bus di Wisata Cimory-Cheng Hoo

Khunaefi menyebut, dari hasil ramcek itu, petugas gabungan menemukan sejumlah bus yang tak laik.

Baca juga: Polres Tuban Klarifikasi Video Dugaan Pemukulan Badut, Anggota Jalani Pemeriksaan Propam

"Ada 7 unit bus yang kami periksa. Hasilnya ada dua yang laik jalan, dan lima melanggar yang dua di antaranya harus diganti dengan bus yang laik jalan secara administrasi dan teknis," katanya.

Seperti diketahui, beberapa waktu terakhir memang cukup banyak sekolah yang mengadakan wisata atau study tour, bahkan hingga ke luar Provinsi Jawa Timur.

Wajar, lantaran sekarang banyak sekolah yang libur, sehingga berwisata dengan menggunakan bus dan sejenisnya adalah pilihan utama.

Baca juga: Cegah Jukir Tidak Resmi, Dishub Surabaya Tempel Foto Petugas di 819 Titik Parkir

Khunaefi menegaskan bahwa kecelakaan di Subang, Jawa Barat yang mengakibatkan 11 orang meninggal dunia harus dipahami sebagai suatu pengingat akan pentingnya kendaraan yang laik jalan.

"Faktor kemampuan sopir juga tak boleh dipandang sebelah mata. Karena dia membawa nyawa banyak penumpang, harus punya keahlian yang mumpuni, bahkan kalau perlu bersertifikat," pungkasnya.

BPTD Jatim hingga Polisi Gelar Ramcek Kelaikan Bus di Wisata Cimory-Cheng HooBPTD Jatim hingga Polisi Gelar Ramcek Kelaikan Bus di Wisata Cimory-Cheng Hoo

Editor : Redaksi



Berita Terkait