Makam wanita di Jember dibongkar (Foto: Memet for mili.id)
Jember - Makam seorang wanita di Dusun Krajan, Desa Tugusari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember dibongkar, Sabtu (24/2/2024).
Wanita 80 tahun yang meninggal pada pukul 21.00 WIB, Jumat (23/2/2024) itu bernama Ti'a, yang akrab dipanggil Bu Supaji. Makamnya dibongkar pada Sabtu sekitar pukul 07.00 WIB.
Baca juga: Partisipasi Peserta dari 16 Kota di Jawa dan Bali di Event Tahunan Aston Jember
Lahan tempat Ti'a memakamkan, diketahui merupakan permakaman umum bagi warga sekitar. Namun, ada seorang pria berinisial SA, mantan Kepala Desa Tugusari mengklaim lokasi makam Ti'a adalah lahan miliknya.
Karena SA enggan lahannya dijadikan tempat pemakaman, dengan terpaksa jenazah Ti'a yang baru dimakamkan 8 jam, dipindah ke lokasi lain, sekitar 100 meter dari tempat sebelumnya.
Keponakan Ti'a, Suari menyebut bahwa sebenarnya pihak keluarga keberatan dengan pembongkaran makam tersebut.
"Setahu kami, tanah itu milik Pak Jemina. Tanah itu adalah (lokasi) pemakaman. Tidak tahu apa mungkin oleh anak cucunya ada yang jual ke Pak Lurah (SA), saya juga tidak tahu," ungkap Suari, Sabtu (24/2/2024) petang.
"Setahu saya luasnya satu rumah. Tapi untuk sisi selatan (lokasi permakaman) tidak ikut dijual. Karena Pak Jemina masih saudara, almarhum juga kakek kami. Di situ juga ada 30 kuburan lain," tambahnya.
Suari mengancam akan melapor kejadian tersebut ke polisi.
Baca juga: Ketua MAKI Jatim Apresiasi Pemenang Kompetisi Fun Run 5K di Jember
"Saya tidak terima, saudara saya dibuat pameran (dipermalukan) di hadapan banyak orang. Kok tega, kenapa kok mempermasalahkan kuburan. Besok saya akan lapor ke Polsek Bangsalsari," tegasnya.
Terkait kejadian ini, wartawan belum berhasil menghubungi SA. Namun dari rekaman suara aplikasi WhatsApp yang dikirim SA kepada salah satu kerabat almarhumah, Nali, SA keberatan lahan itu jadi tempat untuk memakamkan jenazah Ti'a.
Terpisah, Kades Tugusari, Akhmad Khoiri membenarkan adanya pembongkaran makam di wilayahnya. Pihaknya masih akan mengumpulkan informasi dan mendatangi lokasi kejadian.
Informasi sementara yang diterimanya, itu bukan lahan pemakaman baru.
Baca juga: Antusias Warga Jember Ikuti Kompetisi Fun Run Gratis, Gebrakan MAKI Jatim
"Masak kalau memang ada jual beli, tanah kuburan juga ikut dibeli. Secara logika kita itu gak masuk akal. Tidak mungkin keluarga akan menjual kuburan orang tuanya, kan gitu," ujarnya. Tapi lebih lanjut kami dalami dulu informasinya," jelas dia.
Menurut Khoiri, peristiwa ini merupakan masalah yang baru terjadi di desanya.
"Pihak pembeli akan saya panggil, karena pihak keluarga mungkin belum tahu. Atau nanti dipastikan batasan tanahnya di mana," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
