Salah satu sapi yang berada di Jalur Pantura Baluran, Situbondo (Foto: Ist)
Situbondo - Puluhan ekor sapi terpantau berkeliaran di Jalur Pantura Hutan Baluran, Situbondo.
Keberadaan puluhan ekor sapi itu bisa mengancam keselamatan para pengguna jalan di jalur sepanjang 23 kilometer tersebut.
Baca juga: Kapolres Situbondo dan Kasat Polairud Raih Penghargaan Africa Van Java Awards 2026
Sapi-sapi diduga milik warga Kampung Merak itu diduga sengaja dilepas di Taman Nasional Baluran agar memakan rerumputan dalam hutan yang menghubungkan Situbondo-Banyuwangi itu.
"Kami tahu, sapi-sapi itu milik warga Kampung Merak. Seharusnya sapi tersebut dijaga agar tidak mengganggu pengendara yang melintas," ungkap Syamsul, salah seorang pemotor yang sedang melintas, Rabu (7/2/2024).
Menurut Syamsul, selain puluhan ekor sapi yang sering melintas mendadak, di sepanjang kawasan Hutan Baluran Situbondo juga banyak monyet.
Baca juga: Polres Situbondo Amankan Komplotan Pelaku Curas Moncel
"Kalau monyet sudah kami maklumi, karena sulit diatur. Kalau sapi kan masih bisa," tambahnya.
Syamsul mempertanyakan kinerja petugas Taman Nasional Baluran, sehingga puluhan ekor sapi itu bebas melintas mendadak di jalur pantura itu.
Sementara Kepala Balai Taman Nasional Baluran, Johan Setiawan mengaku sudah melarang warga melepasliarkan sapi piaraannya. Namun masih mencari cara untuk menertibkan.
Baca juga: Arus Balik Lebaran, 220 Ribu Kendaraan Padati Jalur Pantura Cirebon Arah Jakarta
"Sapi itu murni peliharaan warga Kampung Merak. Jumlahnya ribuan ekor. Jadi kami masih mencari formula untuk meminimalisir masuknya sapi ke jalan raya," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
