Mili.id – Upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat terus dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) SDGs Kelompok 18 Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jawa Timur.
Melalui penyuluhan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) dan peluncuran inovasi MaggotPod, mahasiswa mengajak warga RW 02 Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut, mengubah sampah organik menjadi sumber manfaat yang bernilai ekonomi.
Baca juga: Ancaman Harga Bahan Pokok Melonjak terhadap Mimpi Zero Hunger
Kegiatan yang digelar di Balai RW 02 pada Senin (20/7/2026) itu menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pengelolaan sampah organik secara berkelanjutan.
Puluhan warga mengikuti penyuluhan dengan antusias, mulai dari pemaparan materi hingga praktik langsung budidaya maggot.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan bahwa larva Black Soldier Fly mampu mengurai limbah organik rumah tangga, seperti sisa makanan, sayuran, dan buah-buahan, melalui proses biokonversi. Cara ini dinilai efektif mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
Selain membantu mengatasi persoalan sampah, budidaya maggot juga memiliki nilai ekonomi. Maggot dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan ikan berkadar protein tinggi, sedangkan sisa hasil penguraiannya atau kasgot dapat digunakan sebagai pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan tanaman.
Ketua RW 02 Kelurahan Wonorejo, Ilyas, mengapresiasi program yang diinisiasi mahasiswa KKN UPN "Veteran" Jawa Timur tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan komitmen warga dalam menjaga lingkungan.
Baca juga: Terapi PRP dan Stem Cell, Harapan Baru Pengobatan Cedera Tulang dan Sendi
"Insyaallah program kerja mahasiswa KKN Kelompok 18 ini akan terus kami jalankan meskipun periode penilaian Proklim telah selesai. Program ini sangat sejalan dengan upaya warga RW 02 yang sudah memiliki kesadaran tinggi dalam pengelolaan sampah," ujar Ilyas.
Sebagai inovasi teknologi tepat guna, mahasiswa juga memperkenalkan MaggotPod, sebuah alat budidaya maggot yang dirancang lebih praktis dan efisien. Perangkat ini mengintegrasikan proses penetasan telur, pemeliharaan larva hingga panen dalam satu sistem sehingga memudahkan masyarakat memulai usaha budidaya maggot.
Penyuluhan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi, tanya jawab, dan demonstrasi penggunaan MaggotPod. Warga tampak aktif mengajukan pertanyaan mengenai teknik budidaya, pengelolaan media pakan, hingga pemanfaatan hasil panen.
Bahkan, peserta diberi kesempatan mencoba langsung memberi pakan kepada maggot menggunakan MaggotPod. Tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan besarnya minat warga terhadap solusi pengelolaan sampah yang sederhana, ramah lingkungan, sekaligus berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga.
Baca juga: Modus Terlambat Terbongkar, Dugaan Joki Warnai Hari Pertama UTBK di UPN Veteran Jawa Timur
Suasana hangat juga terasa saat penutupan acara. Perwakilan RT 05 menyampaikan apresiasi melalui pantun, "Ke Kebumen bersama sahabat, mahasiswa yang KKN hebat," sembari memberikan dua jempol kepada seluruh peserta KKN.
Ia menambahkan, "Untuk mahasiswa yang KKN di sini, acaranya hebat, bersahabat, dan bermanfaat."
Melalui program ini, Mahasiswa KKN SDGs Kelompok 18 UPN "Veteran" Jawa Timur berharap budidaya maggot tidak hanya menjadi solusi pengelolaan sampah organik di tingkat rumah tangga, tetapi juga berkembang sebagai peluang usaha baru yang mendukung ekonomi sirkular dan memperkuat budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat.
Editor : Redaksi
