Rangkaian Puncak Haji Berlanjut, Jutaan Jemaah Bergerak dari Arafah ke Mina

Rangkaian Puncak Haji Berlanjut, Jutaan Jemaah Bergerak dari Arafah ke Mina © mili.id

Mili.id – Rangkaian puncak ibadah haji 2026 terus berlangsung khidmat. Setelah menjalani wukuf di Arafah, jutaan jemaah bergerak menuju Muzdalifah untuk mabit sebelum melanjutkan ritual lempar jumrah di Mina yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Perpindahan jutaan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah hingga Mina menjadi salah satu tahapan paling kompleks dalam operasional haji. Arus manusia bergerak secara bertahap melalui jalur sepanjang sekitar 25 kilometer yang menghubungkan tiga kawasan suci tersebut.

Baca juga: 1.175 Calon Haji Tulungagung Berangkat ke Tanah Suci, Tiga Jamaah Batal Karena Kondisi Kesehatan

Otoritas Arab Saudi mengerahkan ratusan ribu personel gabungan guna memastikan kelancaran transportasi, keamanan, layanan kesehatan, hingga penanganan darurat selama fase akhir ibadah haji berlangsung.

Dilansir dari Arab News, lebih dari 1,7 juta umat Muslim memadati Mina sejak sebelum fajar pada Rabu untuk melaksanakan ritual lempar Jumrah Aqabah, yakni melempar batu ke pilar terbesar yang melambangkan setan. Ritual tersebut menandai dimulainya Hari Raya Idul Adha sekaligus memasuki hari ketiga ibadah haji.

Sebelumnya, para jemaah mengumpulkan batu kerikil saat bermalam di Muzdalifah pada Selasa malam. Batu-batu tersebut digunakan untuk prosesi lempar jumrah yang menjadi bagian penting dalam rangkaian ibadah haji.

Perjalanan dari Arafah menuju Muzdalifah berlangsung sepanjang malam dengan dukungan operasi besar-besaran dari aparat keamanan dan petugas layanan lapangan. Jemaah yang mengenakan pakaian ihram putih tampak berjalan kaki melewati jalur pedestrian yang disebut pemerintah Arab Saudi sebagai jaringan pejalan kaki terpanjang di dunia untuk kegiatan perkumpulan massal.

Untuk membantu mengurangi paparan suhu panas gurun, otoritas setempat juga memasang stasiun penyemprot kabut air di sejumlah titik jalur perjalanan jemaah.

Di Muzdalifah, jemaah menghabiskan malam dengan berdoa dan membaca Al-Qur’an sebelum kembali bergerak menuju Mina saat fajar menyingsing. Arus jemaah disebut tetap terkendali berkat koordinasi petugas keamanan, tim medis, serta layanan transportasi dan sanitasi yang siaga selama 24 jam.

Baca juga: Cuaca Ekstrem di Tanah Suci Makan Korban, Enam Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Meninggal Dunia

Hari ketiga ibadah haji yang bertepatan dengan Idul Adha menjadi momentum penting bagi umat Islam di seluruh dunia. Setelah melaksanakan lempar jumrah pertama, jemaah dijadwalkan menyembelih hewan kurban dan mencukur atau memotong rambut sebagai tanda tahallul awal.

Sebagian besar jemaah kemudian melanjutkan perjalanan menuju Masjidil Haram di Makkah untuk melaksanakan Tawaf Ifadah dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali serta menjalankan sai antara Bukit Safa dan Marwah.

Sebelum memasuki fase Armuzna, jutaan jemaah lebih dahulu menjalani wukuf di Padang Arafah yang menjadi puncak spiritual ibadah haji. Di kawasan yang berada sekitar 20 kilometer dari Makkah itu, para jemaah memanjatkan doa dan mendengarkan khutbah haji tahunan di Masjid Namirah.

Arafah juga dikenal memiliki nilai historis dalam tradisi Islam karena diyakini sebagai tempat pertemuan kembali Nabi Adam AS dan Hawa. Kawasan tersebut didominasi Jabal Rahmah atau Bukit Kasih Sayang yang menjadi lokasi favorit jemaah untuk bermuhasabah dan berdoa.

Baca juga: Jelang Puncak Haji 2026, PPIH Arab Saudi Terima 300 Kursi Roda untuk Jemaah Lansia dan Disabilitas

Pemerintah Arab Saudi mencatat jumlah jemaah haji tahun 2026 mencapai 1.707.301 orang atau meningkat sekitar 2,04 persen dibanding tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.546.655 jemaah berasal dari luar Arab Saudi, sedangkan 160.646 lainnya merupakan jemaah domestik.

Peningkatan jumlah jemaah disebut didukung perluasan layanan digitalisasi sistem haji, penguatan koordinasi lintas sektor, hingga pengembangan program Makkah Route Initiative yang mempermudah proses imigrasi jemaah sejak dari negara asal.

Untuk menunjang kelancaran operasional haji tahun ini, lebih dari 441 ribu personel dikerahkan guna mengatur pergerakan massa, jaringan transportasi, layanan kesehatan, serta respons darurat selama seluruh tahapan ibadah berlangsung.

Editor : Redaksi



Berita Terkait