Mili.id — Helium yang selama ini identik dengan balon pesta ternyata menyimpan peran vital dalam berbagai industri strategis dunia. Gas langka tersebut digunakan dalam produksi semikonduktor, teknologi dirgantara, hingga peralatan medis seperti mesin MRI. Di tengah meningkatnya kebutuhan global, laporan terbaru USGS Mineral Commodity Summaries 2026 mengungkap produksi helium dunia kini hanya terkonsentrasi pada segelintir negara, bahkan didominasi oleh dua negara utama.
Kondisi itu memunculkan kekhawatiran baru terhadap stabilitas rantai pasok global. Ketergantungan besar terhadap negara produsen membuat pasar helium rentan terganggu apabila terjadi konflik geopolitik, pembatasan ekspor, atau gangguan produksi. Situasi ini dinilai dapat berdampak langsung pada industri teknologi tinggi dan layanan kesehatan di berbagai negara.
Baca juga: Pool Damri di Surabaya Terbakar, 7 Kendaraan Hangus Tinggal Rangka
Para analis menilai ancaman krisis helium semakin nyata karena permintaan global terus meningkat seiring berkembangnya industri chip dan teknologi modern. Sementara itu, pasokan belum mampu bertambah secara signifikan akibat keterbatasan sumber produksi.
Baca juga: Mahasiswi FKH Unair Beli Helium Di Situs Belanja Online
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa helium bukan lagi sekadar gas hiburan, melainkan komoditas strategis yang kini menjadi bagian penting dalam persaingan ekonomi dan teknologi global.
Editor : Redaksi
