Udara Taman Bahari Mojopahit (TBM) terasa berbeda pada Jumat malam (5/12/2025). Lampu-lampu taman memantulkan cahaya lembut di antara rintik hujan yang baru saja reda, namun ribuan masyarakat tetap bertahan, duduk rapi memenuhi setiap sudut ruang.
Mili.id — Udara Taman Bahari Mojopahit (TBM) terasa berbeda pada Jumat malam (5/12/2025). Lampu-lampu taman memantulkan cahaya lembut di antara rintik hujan yang baru saja reda, namun ribuan masyarakat tetap bertahan, duduk rapi memenuhi setiap sudut ruang. Mereka datang dari berbagai daerah di Jawa Timur, membawa satu tujuan: larut dalam lantunan dzikir dan doa bersama Gus Iqdam.
Dzikir Akbar ini menjadi salah satu rangkaian refleksi akhir tahun yang dihelat Pemerintah Kota Mojokerto sekaligus bagian dari peringatan HUT ke-54 Korpri. Meski sempat diguyur hujan sejak siang, antusiasme warga justru semakin menguat. Banyak di antara mereka sudah menempati lokasi berjam-jam sebelum acara dimulai, berharap bisa merasakan hangatnya suasana dan keberkahan doa di malam penutup tahun.
Baca juga: Forum Kepatuhan Jamsostek Kota Mojokerto Resmi Dibentuk, Targetkan Percepatan UCJ 2026
Di antara ribuan jamaah yang memadati arena, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, hadir menyampaikan ajakan yang membuat suasana semakin syahdu. Dengan suara lembut namun tegas, Ning Ita mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan kebaikan bagi Kota Mojokerto, juga untuk bangsa Indonesia.
“Selain dzikir akbar, hari ini mari kita berdoa bersama untuk kebaikan Kota Mojokerto ke depan, serta untuk saudara-saudara kita di Sumatra yang sedang mendapatkan ujian,” tuturnya.
Baca juga: Hemat BBM hingga 20 Persen, Wali Kota Mojokerto Ajak ASN Gowes dan Kerja Bakti Tiap Jumat
Lantunan dzikir dan doa yang mengalir sepanjang malam membawa harapan: agar Indonesia dijauhkan dari bencana, dan agar masyarakat diberi ketabahan dalam menghadapi berbagai tantangan.“Harapan kita, bencana itu tidak meluas dan seluruh wilayah Indonesia diberikan kekuatan dan ketangguhan,” tambah Ning Ita.
Dalam suasana yang hening dan penuh kekhusyukan itu, sang wali kota juga menyampaikan doa bagi seluruh pemimpin bangsa agar terus membawa kebaikan, termasuk bagi warga Kota Mojokerto. Kehangatan malam semakin terasa ketika disebutkan bahwa Pemkot Mojokerto telah menyalurkan bantuan untuk warga Sumatra yang terdampak bencana—hasil kepedulian Korpri dan masyarakat. “Ketika ada saudara kita tertimpa musibah, tentu kita ikut berempati,” ujarnya.
Baca juga: Pariwisata Jadi Andalan, Pemkot Mojokerto Genjot Pertumbuhan Ekonomi
Meski hujan sempat mengguyur, antusiasme warga tak luntur. Ning Ita pun mengapresiasi keteguhan jamaah yang datang sejak siang untuk mengikuti dzikir akbar bersama penceramah yang mereka cintai, Gus Iqdam. Ribuan wajah yang berkumpul malam itu menunjukkan betapa kuatnya harapan, doa, dan kecintaan masyarakat terhadap suasana religius yang menenteramkan.
Dzikir Akbar di TBM malam itu tidak hanya menjadi penutup rangkaian tahun 2025, tetapi juga menjadi ruang penguatan batin. Sebuah momen yang mempertemukan doa, harapan, empati, dan kebersamaan—hadiah akhir tahun yang penuh makna bagi warga Kota Mojokerto.
Editor : Redaksi
