Surabaya Mencekam

Surabaya Mencekam © mili.id

Massa saat membakar motor di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Foto: Arsa/mili.id).

Surabaya, mili.id - Demo hari ini di Kota Surabaya mencekam, Jumat (29/8/2025) sore hingga malam.

Demo ini digelar berawal dari tragedi meninggalnya Affan Kurniawan, driver ojek online yang dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob hingga meninggal dunia pada Kamis (28/8/2025) malam di Jakarta.

Baca juga: Kejari Surabaya Tangkap Ibu-Anak Buron Korupsi Rp4,75 Miliar, Buron Empat Tahun

Berdasarkan pantauan mili.id di lapangan, demo berujung ricuh itu setelah diduga ditunggangi oleh oknum-oknum massa yang tak bertanggung jawab.

Motor-motor di Gedung Negara Grahadi Surabaya yang dibakar massa. (Foto: Arsa/mili.id).Motor-motor di Gedung Negara Grahadi Surabaya yang dibakar massa. (Foto: Arsa/mili.id).

Awal Mula Demo Akhirnya Ricuh

Ratusan massa awalnya menggelar demo di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya pada sore hari.

Massa itu terlihat tidak sepenuhnya adalah driver ojek online (ojol). Terlihat banyak orang-orang yang berpakaian hitam yang diduga adalah penyusup.

Awalnya, massa menyuarakan protesnya. Kemudian, massa mulai merusak pagar, melemparkan botol hingga batu ke dalam barisan polisi yang menjaga di Gedung Negara Grahadi.

Puncaknya, massa melemparkan molotov ke dalam gedung lantas mengenai sejumlah motor yang terpakir di dalam Grahadi.

Akibatnya, sekitar 24 motor akhirnya ludes terbakar. Namun, belum puas, massa juga membakar sejumlah motor yang berada di pinggir jalan sekitaran Grahadi.

Polisi Pukul Mundur Massa

Massa yang bikin ricuh lantas dipukul mundur polisi menggunakan water canon hingga gas air mata. Namun, tindakan itu tak digubris massa.

Massa terus bertahan di sekitaran Grahadi. Mereka seolah tak tak takut. Batu-batu terus dilemparkan ke dalam Grahadi.

Baca juga: Gerak Cepat Pemkot Surabaya Sidak Gion Spa, Management Kooperatif

Atas itu, polisi kemudian memperbanyak tembakan gas air mata. Dari situlah, massa akhirnya semburat.

Massa Semakin Anarkis

Selepas dari Grahadi, massa kemudian keliling tengah kota. Mulai dari sekitaran Jalan Pemuda, kawasan Bambu Runcing hingga Jalan Basuki Rahmat.

Massa kemudian berhenti di depan Polsek Tegalsari. Di situlah, massa semakin anarkis. Massa melemparkan batu ke dalam mapolsek hingga bikam kaca pecah.

Tak cukup itu, masaa juga melakukan aksi fandalisme di tembok-tembok.

Baca juga: Cegah Jukir Tidak Resmi, Dishub Surabaya Tempel Foto Petugas di 819 Titik Parkir

Belum berhenti, massa juga merusak tenda-tenda di depan mapolsek. Anarkisnya lagi, massa merangsek ke dalam ruang SPKT. Sepeda angin yang berada di halaman mapolsek juga dirusak.

Bakar Pos Polisi

Selain di Polsek Tegalsari, massa juga membakar sejumlah pos polisi di Surabaya. Mulai dari pos polisi di dekat Karapan Sapi, Taman Bungkul hingga pos polisi di Kebun Binatang Surabaya (KBS).

Kini, massa terpantau masih berada di seputaran Jalan Darmo. Belum diketahui massa itu darimana.

Dan di Markas Polda Jatim sendiri, hingga malam ini terus bersiaga. Ratusan personel disiagakan di depan mapolda untuk mengantisipasi adanya demo lanjutan.

Editor : Zain Ahmad



Berita Terkait