Demo Grahadi Berujung Penahanan, Empat Tersangka dan Enam Peserta Positif Sabu
Senin, 29 Jun 2026 11:16 WIBDemo Grahadi Berujung Penahanan, Empat Tersangka dan Enam Peserta Positif Sabu
Demo Grahadi Berujung Penahanan, Empat Tersangka dan Enam Peserta Positif Sabu
Dalam kondisi krisis, Rudy memilih empati dan pendekatan humanis sebagai senjata. Baginya, krisis bukan hanya soal mengerahkan pasukan, melainkan juga membaca hati massa.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, dua orang provokator ini mengaku telah mengerahkan massa kurang lebih 70 orang untuk bersama melakukan upaya perusakan hingga pembakaran di Gedung Negara Grahadi.
Aksi warga dalam membantu aparat di Polsek Wonokromo ini merupakan wujud nyata. Massa yang anarkis berhasil diusir tanpa menyentuh atau kekerasan.
Aksi nyata ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan atas ulah massa yang anarkis saat demo, merusak fasilitas umum hingga membakar sejumlah pos polisi di Kota Pahlawan.
Mereka bukan hendak berdemo. Melainkan melihat kondisi terkini gedung negara itu.
Demo ini digelar berawal dari tragedi meninggalnya Affan Kurniawan, driver ojek online yang dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob hingga meninggal dunia pada Kamis (28/8/2025) malam di Jakarta.
Massa juga merusak tenda-tenda di depan mapolsek. Anarkisnya lagi, massa merangsek ke dalam ruang SPKT. Sepeda angin yang berada di halaman mapolsek juga dirusak.
Aksi solidaritas itu dilakukan sebagai bentuk belasungkawa atas meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojol yang diduga menjadi korban kekerasan oknum aparat kepolisian di Jakarta.
Massa coba ditenangkan oleh sejumlah TNI. Sedangkan aparat kepolisian juga bersiaga.
Asap pekat masih menyelimuti langit Grahadi. Sisa-sisa gas air mata yang ditembakkan polisi juga masih terasa pedih.
Lemparan molotov itu mengenai sejumlah motor yang terpakir di dalam Gedung Grahadi hingga terbakar.
Mereka juga terlihat melemparkan batu, kayu hingga petasan dan kembang api ke dalam Gedung Grahadi.
Barisan polisi yang awalnya bertahan di dalam Gedung Grahadi, akhirnya keluar ke Jalan Gubernur Suryo untuk memukul mundur para pendemo yang membuat kerusuhan.
Massa juga memasang bendera One Piece di pagar pintu gerbang Grahadi yang tertutup.