Pemkot Surabaya Berencana Bangun TPS Terpadu, DLH Jelaskan Fungsinya

Pemkot Surabaya Berencana Bangun TPS Terpadu, DLH Jelaskan Fungsinya © mili.id

Kepala DLH Surabaya, Dedi Irianto dan jajaran memantau perbaikan Taman Apsari (Foto: Bejo/mili.id)

Surabaya, mili.id - Pemkot Surabaya berencana membangun Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Terpadu di belakang TPS 3R Terminal Osowilangon (TOW) dengan luas lahan 2 hektare.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Dedi Irianto mengatakan bahwa Kota Pahlawan belum memiliki TPS Terpadu.

Baca juga: DPMM FC vs Tampines Rovers Buka Persaingan Grup A Piala Presiden 2026, Adu Ambisi Dua Kekuatan Asia Tenggara

"Kemarin dari kajian hasilnya di Terminal Osowilangon (TOW) bisa dikembangkan menjadi TPS Terpadu," terang Dedi ditemui di sela kegiatan memantau perbaikan Taman Apsari, Kamis (21/8/2025).

"Tadinya TPS 3R bisa dibuat TPS Terpadu. Bedanya kalau TPS 3R itu hanya dipilah-pilah, kemudian hasil sisa pilihan dibuang ke TPA Benowo. Kalau yang terpadu ditambahi satu alat lagi untuk pengurangan sampahnya. Jadi semacam inserator atau perolisis atau semacam itu sehingga tidak sebanyak yang dipilah saja," beber dia.

Dedi menambahkan, pembakaran dan pemanasan sampah itu dua hal berbeda.

"Kalau pembakaran muncul api. Kalau ini (pemanasan)dikeringkan menjadi produk, menjadi bahan yang bisa dijual untuk bahan bakar," ungkapnya.

Untuk luas TPS Terpadu, lanjutnya, ditentukan Kementerian Lingkungan Hidup minimal dua hektare.

"TPS Terpadu dengan mesin itu, dengan kapasitas 150 ton per hari. Jadi bukan hanya ada event saja," tambah dia.

Baca juga: Rayakan Hari Anak Nasional 2026 Melalui Ruang Berkarya yang Setara di Dafam Pacific Caesar Surabaya

Di TPS Terpadu nantinya juga akan dibangun spirit station (stasiun pemisahan), seperti hasil kerja bakti.

"Seperti kemarin kan warga bingung untuk membuang kasur, lemari, sofa dan ban bekas itu ke mana. Nah, selama ini memang semua ke TPA. Nanti ada spirit stasion itu di TOW salah satunya," beber Dedi.

Nantinya juga akan dibangun gudang-gudang, yang berfungsi untuk mengumpulkan sampah besar seperti kasur. Setelah itu dibongkar dengan alat-alat khusus.

"Kita pelajari dulu alatnya seperti apa. Kalau memang sesuai nanti kita adakan. Jelas nanti akan kita adakan. Kalau sudah ngumpul mau diapain kalau tidak punya alat itu," ujar Dedi.

Baca juga: Eri Cahyadi Ancam Tutup Usaha Bandel Soal Pajak Dan Parkir

Namun menurut Dedi, TPS Terpadu di TOW ini masih wacana.

"Untuk harga mesinnya kemarin sudah dapat di PAK kurang lebih sekitar Rp30 miliar. Bahannya TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) masih ada impor pisau atau apanya. Tapi, struktur semuanya local," pungkasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait