Harga Cabai Melonjak, Pemkot Mojokerto Gelar Operasi Pasar dan Cabenisasi

Harga Cabai Melonjak, Pemkot Mojokerto Gelar Operasi Pasar dan Cabenisasi © mili.id

Sejumlah warga antre membeli cabai dan kebutuhan pokok lain di operasi pasar yang dilaksanakan Diskopukmperindag Kota Mojokerto. (Foto: dok. Diskominfo Kota Mojokerto)

Mojokerto - Adanya lonjakan kenaikan harga cabai di pasaran menjadi masalah serius dan menjadi perhatian Pj Wali Kota Mojokerto Moh Ali Kuncoro. Lantaran, kenaikan harga komoditas tersebut akan berpengaruh pada inflasi daerah dan mengganggu stabilitas ekonomi daerah.

Dua upaya pengendalian harga cabai di Kota Mojokerto secara khusus dilakukan Mas Pj, yang pertama adalah dengan aktif melakukan operasi pasar murah, dan yang kedua aktif menggalakkan cabenisasi atau gerakan menanam cabai.

Baca juga: Gelap Gulita, Pria 65 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Lapangan Surodinawan Mojokerto

Hal itu ditegaskan Mas Pj usai meninjau kegiatan operasi pasar yang digelar Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustria dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto di halaman Kantor Kelurahan Jagalan, Rabu (31/7/2024).

Ali membeberkan, berdasar Siskaperbapo harga cabai rawit hingga hari ini terpantau masih tinggi yaitu mencapai Rp75 ribu per kilogram. Untuk itu, dibutuhkan penetrasi pasar agar harga cabai bisa berangsur-angsur turun dan terkendali.

“Dalam operasi pasar pagi ini Diskopukmperindag menyediakan cabai rawit dengan harga Rp13 ribu per 250 gram. Selain itu ada komoditas lain seperti telur ayam, kita sediakan dengan harga Rp22 ribu per kilogram, dan minyak goreng dengan harga Rp14 ribu per botol,” tutur Ali.

Ia menjelaskan, bahwa kenaikan harga cabai sejatinya dipengaruhi karena keterbatasan stok cabai rawit di pasar yang menurun. Sedangkan saat ini belum memasuki masa panen.

“Cabai hasil panen pada masa tanam sebelumnya sudah mulai habis, namun belum memasuki masa panen cabai berikutnya, diperkirakan satu dua bulan ke depan akan mulai masuk masa panen,” terangnya.

Untuk menjaga harga tetap terkendali, lanjut Mas Pj, dan masyarakat tidak terbebani jika terjadi kenaikan harga bahan pokok maka dapat berbelanja melalui Pracangan TPID.

Baca juga: Viral Tiang Provider Berdiri di Pekarangan Tanpa Izin Pemilik Lahan, Warga Mojokerto Minta Segera Dipindahkan

“Operasi pasar dan Pracangan TPID merupakan upaya konkret yang kami lakukan untuk menjaga kestabilan harga. Silahkan dimanfaatkan, dan saya pesan berbelanja secukupnya saja, jangan berlebih, jangan khawatir kekurangan, insyaallah stok ketersedian bahan pokok di Kota Mojokerto aman,” pesan Mas Pj.

Tak hanya itu, Mas Pj menambahkan, bahwa saat ini Pemkot Mojokerto melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) juga tengah bersinergi dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dalam kegiatan cabenisasi.

Cabenisasi ini merupakan bagian dari program Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman (Aku Hatinya) PKK yang bisa menjadi solusi agar masyarakat tidak bergantung dengan stok cabai di pasar. Dan bisa menanam sendiri dari rumah.

“Kegiatan cabenisasi ini ada bantuan tanaman cabai rawit dari DKPP untuk ditanam oleh anggota TP PKK pada masing-masing kelurahan pada bulan Mei lalu. Harapannya tanaman cabai bisa terus berlangsung dan dapat mencukupi kebutuhan masing-masing keluarga,” harapnya.

Baca juga: Pemkot Mojokerto Gandeng 30 Penyedia Makan Minum, Harga Nasi Kotak Ditetapkan Lewat Kontrak Payung

“Maka pesan saya untuk ibu-ibu di rumah monggo sareng-sareng menanam cabai di rumah yang hasil panennya bisa untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sehingga tidak terpengaruh apabila ada gejolak harga pasar seperti saat ini,” pungkas Ali.

Di sisi lain, terkait operasi pasar, Kepala Diskopukmperindag Ani Wijaya menyampaikan masih akan terus dilaksanakan sesuai kebutuhan.

“Operasi pasar bisa kembali dilakukan, setiap minggu sekali, lokasinya nanti akan kita buat bergantian. Komoditas yang dijual juga bisa berubah, nanti bisa ditambah dengan beras atau komoditas lain mneyesuaiakan kebutuhan pasar,” pungkasnya.

Editor : Aris S



Berita Terkait