Polda Jatim Gelar Operasi Patuh Semeru 2024 Selama 14 Hari, Ini Sasarannya

Polda Jatim Gelar Operasi Patuh Semeru 2024 Selama 14 Hari, Ini Sasarannya © mili.id

Anggota Polda Jatim saat apel Operasi Semeru. (Zain/mili.id)

Surabaya - Operasi Patuh Semeru di Jawa Timur resmi digelar resmi dimulai sejak hari ini hingga 14 hari kedepan atau tanggal 28 Juli 2024.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Imam Sugianto mengatakan, tema operasi pada kali ini yaitu "Tertib Berlalulintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas". Tema tersebut menekankan pentingnya keselamatan dan ketaatan berlalulintas sebagai bagian upaya mencapai kemajuan Indonesia.

"Kegiatan operasi ini mengedepankan upaya preventif, preventif dan represif dengan persentase preventif dan preventif 40 persen, kemudian represif 20 persen," jelasnya.

Berdasarkan analisa data pelanggaran lalu lintas pada periode Januari-Juni 2024, tercatat mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun 2023, di mana pada tahun 2023 turun 13,69 persen.

"Ini modal awal yang cukup baik untuk pagelaran operasi ini. Mudah-mudahan dengan diselenggarakan operasi ini pelanggaran lalu lintas termasuk kecelakaan dibulan-bulan berikutnya bisa menurun signifikan," kata Imam.

Baca juga: DPRD Surabaya Soroti 4 Izin Gion Spa Belum Ada, Gion Siap Disanksi dan Evaluasi

Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto. (Zain/mili.id)Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto. (Zain/mili.id)

Alumni Akpol tahun 1990 ini menyebut, pada tahun lalu Jawa timur penyumbang kecelakaan tertinggi seluruh Indonesia. Imam pun berharap diakhir tahun 2024 evaluasi data bisa disajikan dengan penurunan angka kecelakaan signifikan.

"Yang menjadi sasaran target operasi ini yang terpenting adalah yang di lapangan, hal-hal pelanggaran kecil yang dilakukan masyarakat itu yang menjadi fokus pelaksana operasi kali ini," tegasnya.

Selain itu, tujuan operasi ini juga membangun budaya tertib berlalulintas di tengah masyarakat dengan mengutamakan kegiatan edukatif, persuasif dan humanis. Pendekatan ini didukung oleh penegakan hukum baik secara langsung maupun sistem elektronik seperti E-TLE statis dan E-TLE Mobile.

"Target prioritas Operasi Patuh Semeru 2024 adalah segala kerawanan yang dapat menyebabkan fatalitas korban kecelakaan lalulintas. Seperti, berboncengan lebih dari satu orang, melebihi batas kecepatan, pengendara ranmor di bawah umur," sebut Imam.

"Kemudian pengendera R2 yang tidak menggunakan helm, pengemudi R4 tidak menggunakan seat belt, pengemudi menggunakan HP, pengemudi ranmor menggunakan alkohol, melawan arus, dan menerobos lampu merah," tandasnya.

Baca juga: DPRD Surabaya Minta Penertiban PKL Simpang Dukuh Disertai Solusi Relokasi

Editor : Achmad S



Berita Terkait